Beranda Lintas Bali Klungkung 2022, Pemkab Klungkung Rancang Pendapatan Rp1,14 Triliun Lebih

2022, Pemkab Klungkung Rancang Pendapatan Rp1,14 Triliun Lebih

243
0
Sidang Paripurna DPRD Klungkung penyampaian Ranperda APBD TA 2022.

GATRABALI.COM, Klungkung – Pemerintah Kabupaten Klungkung merancang pendapatan daerah tahun 2022 sebesar Rp1,114 triliun lebih. Pendapatan ini bersumber dari Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp232 milyar lebih.

Demikian penegasan Bupati Klungkung Suwirta ketika penyampaikan Nota Ranperda APBD tahun Anggaran 2022 dalam sidang paripurna DPRD Klungkung, Selasa (23/11).

Sidang Paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Anak Agung Gede Anom,SH dan para wakilnya serta dihadiri Wakil Bupati Klungkung I Made Kasta dan Sekda Klungkung Gede Putu Winastra berlangsung melalui video conference yang diikuti seluruh OPD dilingkungan Pemkab Klungkung

Bupati menambahkan Pendapatan Asli Daerah dirancang turun sebesar Rp35 milyar lebih atau sebesar 13 persen lebih dari APBD induk Tahun Anggaran 2021 sebesar 268 milyar rupiah lebih.
Pendapatan transfer dirancang turun sebesar 5 milyar rupiah lebih, atau 0,67 persen dari APBD induk Tahun Anggaran 2021 sebesar 893 milyar rupiah lebih dan Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah dirancang tetap dibandingkan dengan APBD induk tahun anggaran 2021.

“Untuk belanja Daerah dalam Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Tahun Anggaran 2022 dirancang sebesar 1,26 triliyun rupiah lebih, menurun sebesar 276 milyar rupiah lebih, atau turun sekitar 18 persen dibandingkan APBD induk Tahun Anggaran 2021 sebesar 1,5 triliyun rupiah lebih,” Ujar Bupati Suwirta.

Dari perincian Belanja Daerah tersebut dialokasikan untuk Belanja Operasi sebesar 990 milyar rupiah lebih, turun sebesar 76 milyar rupiah lebih, atau 7 persen lebih dibandingkan APBD induk Tahun Anggaran 2021 sebesar 1,06 triliyun rupiah lebih yang terdiri dari: Belanja pegawa dirancang sebesar 547 milyar rupiah lebih, turun sebesar 37 milyar rupiah lebih atau 6 persen lebih dari APBD induk Tahun Anggaran 2021 sebesar 585 milyar rupiah lebih

Belanja barang dan jasa dirancang sebesar 403 milyar rupiah lebih, naik sebesar 3 milyar rupiah lebih atau sekitar 1 persen dari APBD induk Tahun Anggaran 2021 sebesar 399 milyar rupiah lebih
Belanja hibah dirancang Rp30 milyar lebih, turun Rp38 milyar lebih atau turun sekitar 56 persen dibandingkan APBD induk Tahun Anggaran 2021 sebesar 69 milyar rupiah lebih.

Belanja bantuan sosial dirancang sebesar 8 milyar rupiah lebih, turun sebesar Rp3 milyar lebih, atau turun sekitar 28 persen dibandingkan dengan APBD induk Tahun Anggaran 2021 Rp12 milyar lebih.

Belanja Modal dirancang Rp130 milyar lebih, turun sebesar Rp211 milyar lebih atau turun sekkitar 62 persen dibanding APBD induk Tahun Anggaran 2021 Rp341 milyar lebih.

Belanja Tidak Terduga dirancang sebesar 20 milyar rupiah lebih, meningkat sebesar Rp14 milyar lebih atau sekitar 250% dibanding dengan APBD induk Tahun Anggaran 2021 sebesar Rp6 milyar.

Secara bergilir seluruh Fraksi di DPRD KLungkung menyampaikan masukan sekaligus kritik yang perlu dikaji Bupati Suwirta. Namun kali ini pandangan umum kritis kembali dilontarkan oleh raksi Hanura dengan Juru biaranya Wayan Buda Parwata.

Hanura soroti terkait pemanfaatan bangunan gedung yang sudah ada di Pasar Semarapura perlu dilakukan renovasi yang nantinya diperuntukkan Mall Pelayanan Publik (MPP). Hal ini cukup beralasan mengingat 2 (dua) kali tahun anggaran MPP gagal diwujudkan.

“Di banyak daerah penyelenggaraan mall Pelayanan publik banyak memanfaatkan bangunan yang sudah ada. Hal ini mendesak untuk diadakan untuk mendukung tercapainya visi dan misi Presiden dan Wakil Presiden terutama terkait penyederhanaan birokrasi memperioritaskan investasi untuk menciptakan lapangan kerja memangkas presedur dari birokrasi yang panjang,” sergah Wayan Buda Parwata. Roni/Yan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here