spot_img
BerandaBaliBadungPGR III Ungkap Penyebab Seringnya Gempa Terjadi di Bali

PGR III Ungkap Penyebab Seringnya Gempa Terjadi di Bali

GATRABALI.COM, BADUNG – Pusat Gempa Regional (PGR) III, mengingatkan bahwa Pulau Bali merupakan salah satu zona seismik aktif di Indonesia, sehingga potensi gempa bumi di wilayah ini merupakan hal yang alami secara tektonik.

Menurut PMG Muda Pusat Gempa Regional III PGR III, Pd. Km. Gd. Arta Negara, S.Tr. menyampaikan, Bahwa secara geografis, Bali memiliki dua sumber gempa utama, yakni di selatan akibat subduksi lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah lempeng Eurasia, dan di utara akibat aktivitas patahan naik busur belakang Flores (Flores Back Arc Thrust),

“Bali merupakan salah satu zona seismic aktif di Indonesia, yang secara tektonik memiliki sumber gempa Utama di selatan (subduksi lempeng Indo_australia menyusup ke dalam lempeng Eurasia) dan di Utara (Patahan Naik Busur Belakang Flores/ Flores Back Arc Trust). Selain itu terdapat sejumlah sesar/patahan aktif di darat. Sehingga tidak dapat dikatakan bahwa daerah Bali Selatan lebih sering mengalami gempa daripada daerah utara, begitupun sebaliknya.Secara tektonik, Kondisi ini normal dimana bali merupakan zona seismic Aktif”, ujarnya, Minggu,(5/10/2025) di Badung.

Baca Juga  Berbagi Bahagia Bersama BRI Group Ramadan 1446 H, BRI Salurkan Bantuan dan Santunan

Dirinya mengatakan, Guncangan gempa bergantung pada jarak dan kekuatan sumber gempa. Gempa yang berpusat di laut bisa saja dirasakan cukup kuat di daratan, tergantung kondisi batuan dan kedalaman sumber gempa.

Aktivitas kegempaan tidak bisa dinilai hanya dari jumlah kejadian tiap tahun, karena banyak faktor memengaruhi, seperti kondisi geologi, mekanisme sumber gempa, periode ulang, dan kerapatan jaringan sensor.

Baca Juga  Gerak Jalan 45 Km Buleleng Dimulai, 19 Regu Siap Taklukkan Rute Celukan Bawang-Singaraja

“Guncangan gempa dipengaruhi oleh Jarak pusat gempa dan kekuatan gempa. Gempabumi dengan pusat di laut bisa saja, di rasakan guncangannya hingga ke daratan pulau bali. Lokasi pusat gempa (di laut atau darat) menunjukkan, sumber gempa mana yang menjadi pemicu gempa tersebut.Jika berbicara aktivitas kegempaan di suatu wilayah, tidak bisa hanya dengan membandingkan jumlah gempabumi dari tahun ke tahun. Aktivitas kegempaan di suatu wilayah bergantung pada beberapa faktor seperti, kondisi batuan/geologi sumber gempa, mekanisme sumber gempa, periode ulang, kerapatan jaringan sensor”, paparnya.

Dirinya menyebutkan, masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Baca Juga  Bupati Satria Ajak Warga dan Pedagang Jaga Kebersihan Pasar Galiran

“Secara umum Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, menghindari bangunan retak atau rusak yangdiakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah”, paparnya.

Dirinya menambahkan, Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (https://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), telegram channel (https://t.me/InaTEWS_BMKG) atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments