GATRABALI.COM, BULELENG – Penanganan cepat menjadi kunci utama dalam menyelamatkan pasien stroke. Pesan inilah yang disampaikan dua tenaga kesehatan muda RSUD Kabupaten Buleleng, Ns. Putu Ari Sadhu Permana, S.Kep., dan Ns. Putu Indah Nuansamitra, S.Kep., saat tampil dalam podcast kesehatan bertajuk “Pemulihan Dimulai dari Menit Pertama” pada Selasa, 28 Oktober 2025.
Dalam sesi bincang santai tersebut, keduanya berbagi pengalaman dan tips penting menghadapi kasus stroke yang sering terjadi secara tiba-tiba.
“Setiap menit yang terbuang bisa membuat ribuan sel otak rusak. Karena itu, bertindak cepat adalah segalanya,” tegas Ners Ari, perawat ruang Cathlab RSUD Buleleng.
Ia menjelaskan bahwa stroke merupakan gangguan aliran darah ke otak yang dapat disebabkan oleh sumbatan pembuluh darah (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik).
Untuk membantu masyarakat mengenali gejalanya, Ari memperkenalkan metode FAST yakni, Face (Wajah): periksa apakah wajah tampak menurun sebelah. Arm (Tangan): cek apakah salah satu tangan sulit diangkat. Speech (Bicara): amati apakah ucapan menjadi pelo atau tidak jelas. Time (Waktu): segera bawa ke rumah sakit tanpa menunda.
Sementara itu, Ners Indah dari Ruang Sandat memperkenalkan versi yang lebih mudah diingat oleh masyarakat, yaitu “Segera ke RS”.
“Kalau seseorang mendadak senyum miring, bicara pelo, gerak lemah, atau merasa kesemutan dan pusing berat, jangan menunggu sadar. Langsung ke rumah sakit,” pesannya.
RSUD Kabupaten Buleleng kini memiliki Tim Stroke Terpadu yang siap melayani pasien selama 24 jam. Fasilitasnya lengkap—mulai dari CT Scan, obat trombolisis (rTPA), hingga Cathlab untuk tindakan lanjutan.
Masyarakat yang mendapati tanda-tanda stroke dianjurkan segera menghubungi Call Center 119 atau RSUD Buleleng di (0362) 22046.
“Setiap detik begitu berarti. Dengan penanganan tepat di awal, nyawa bisa terselamatkan dan risiko kecacatan berkurang,” tutur Ari dan Indah menutup perbincangan.
Podcast ini menjadi bukti nyata komitmen RSUD Buleleng dalam menyebarluaskan edukasi kesehatan dengan cara yang ringan, dekat dengan masyarakat, namun tetap sarat manfaat.(adv/gb)





