spot_img
spot_img
BerandaBaliPemkab Buleleng Fokus Benahi Kesehatan, Siapkan Ruang Operasi Modern dan Skema Subsidi...

Pemkab Buleleng Fokus Benahi Kesehatan, Siapkan Ruang Operasi Modern dan Skema Subsidi Dokter

GATRABALI.COM, BULELENG – Pemerintah Kabupaten Buleleng kembali menegaskan langkah serius dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan.

Dalam pernyataannya di Rumah Jabatan Bupati, Kamis (4/12/2025), Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra memaparkan strategi pemenuhan dokter spesialis serta rencana peningkatan fasilitas rumah sakit daerah.

Menurut Bupati Sutjidra, pelayanan dasar melalui Puskesmas di seluruh wilayah Buleleng sudah berjalan sesuai standar. Seluruh Puskesmas telah memiliki dokter umum, sehingga akses layanan dasar dinilai cukup merata. Namun, masalah utama justru muncul pada ketersediaan dokter spesialis yang hingga kini belum terpenuhi secara ideal.

Ia menyebut, rendahnya minat dokter spesialis bertugas di Buleleng dipengaruhi faktor ekonomi daerah yang tidak setinggi kawasan Bali Selatan. Kondisi ini membuat sebagian tenaga ahli lebih memilih wilayah yang secara ekonomi lebih mapan.

Baca Juga  Tiga Tahun Berturut-turut, Astra Motor Bali Jadi Teladan dalam Kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan

“Dokter spesialis cenderung mencari daerah yang sudah lebih stabil dari sisi ekonomi, sehingga pilihan mereka banyak mengarah ke Bali Selatan,” jelas Bupati.

Sebagai langkah solutif, Pemkab menyiapkan insentif tambahan bagi dokter spesialis sekaligus membuka peluang subsidi pendidikan bagi mereka yang ingin menempuh subspesialis. Program ini telah masuk dalam perencanaan anggaran dan dipastikan tidak mengurangi hak kepegawaian para dokter yang sedang studi. Setelah menamatkan pendidikan, mereka diwajibkan kembali mengabdi di Buleleng.

“Subsidi untuk pendidikan subspesialis sudah kita siapkan. Dengan catatan setelah selesai, mereka kembali bertugas di Buleleng,” tegasnya.

Baca Juga  Kapal dengan 5 Penumpang Tenggelam di Perairan Timur Nusa Penida

Selain dokter spesialis, kebutuhan tenaga medis lain seperti perawat, analis laboratorium, analis radiologi hingga petugas rekam medis juga masih cukup besar. Hal ini menjadi perhatian pemerintah mengingat RSUD Buleleng ditargetkan naik kelas menjadi rumah sakit rujukan regional.

Untuk memperkuat kualitas layanan, Pemkab juga membangun kerja sama dengan RSUP Prof. Dr. I.G.N.G Ngoerah (Sanglah). Melalui skema supervisi, para ahli dari RSUP akan mendampingi tenaga medis di Buleleng sehingga pasien tidak lagi harus dirujuk ke Denpasar untuk penanganan tertentu.

“Dengan pola supervisi ini, dokter-dokter di RSUP yang akan datang ke Buleleng ketika ada kasus tertentu,” ujar Sutjidra.

Baca Juga  Alami Gangguan Kesehatan, WNA Australia Ditemukan Meninggal Dunia di Desa Anturan

Dari sisi fasilitas, sejumlah peningkatan besar juga diproyeksikan. Selain revitalisasi gedung poliklinik dan IGD, RSUD Buleleng akan menambah enam ruang operasi modular berteknologi standar nasional. Penambahan ini dinilai mendesak karena antrean operasi masih sering menumpuk.

“Kita ingin masyarakat tidak lama menunggu. Untuk itu enam ruang operasi modular akan kita bangun, dengan biaya sekitar Rp6–7 miliar per ruang,” ungkapnya.

Pembangunan ruang operasi serta renovasi besar RSUD Buleleng akan dimulai pada 2026 dengan masa pekerjaan sekitar 20 bulan. Selama proses berlangsung, layanan publik tetap berjalan normal dengan penyesuaian penempatan sementara beberapa ruang rawat inap.(adv/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments