GATRABALI.COM, DENPASAR — Keselamatan berkendara di persimpangan kembali menjadi sorotan dalam upaya menekan risiko kecelakaan lalu lintas di jalan raya.
Persimpangan yang menjadi titik pertemuan berbagai arus kendaraan dinilai memiliki tingkat risiko tinggi sehingga membutuhkan teknik dan kewaspadaan ekstra dari pengendara sepeda motor.
Melalui kampanye #Cari_Aman, Astra Motor Bali memberikan edukasi kepada masyarakat terkait teknik aman saat berbelok di persimpangan, mulai dari tahap persiapan hingga eksekusi di lapangan.
Pada tahap awal, pengendara diimbau untuk selalu melakukan pengecekan spion serta menyalakan lampu sein minimal 30 meter sebelum melakukan manuver belok. Hal ini penting untuk memberi sinyal kepada pengguna jalan lain agar dapat mengantisipasi pergerakan kendaraan.
Selain itu, posisi kendaraan harus disesuaikan dengan arah belokan. Untuk belok kiri, pengendara disarankan berada di sisi kiri jalan, sementara untuk belok kanan berada di tengah atau sisi kanan lajur sesuai aturan dan marka jalan. Pengendara juga diminta mengurangi kecepatan secara bertahap dengan pengereman halus sebelum memasuki persimpangan.
Saat proses berbelok, pengendara dianjurkan untuk mengarahkan pandangan ke titik keluar tikungan (look through) guna menjaga arah dan keseimbangan kendaraan. Penggunaan rem belakang secara lembut dapat membantu mengontrol laju motor, sedangkan rem depan sebaiknya dihindari saat motor dalam kondisi miring karena berisiko tergelincir.
Dari sisi teknik berkendara, pengendara juga dapat menerapkan posisi tubuh lean-with pada kecepatan rendah, yaitu mengikuti kemiringan motor saat berbelok. Kedua kaki wajib tetap berada di footstep hingga kendaraan benar-benar berhenti untuk menghindari risiko cedera.
Instruktur Safety Riding Astra Motor Bali, Yosepth Klaudius, menegaskan bahwa persimpangan merupakan area yang paling sering memicu risiko kecelakaan sehingga membutuhkan fokus penuh dari pengendara.
“Melalui kampanye #Cari_Aman, kami terus mengedukasi masyarakat agar lebih disiplin dan memahami teknik berkendara yang benar, khususnya saat berada di persimpangan,” ujarnya.
Selain teknik dasar, pengendara juga diingatkan untuk mewaspadai kondisi jalan seperti zebra cross yang licin saat hujan, memperhatikan blind spot kendaraan besar, serta memahami aturan lalu lintas terkait prioritas belok di persimpangan.
Dengan pemahaman dan penerapan teknik yang tepat, diharapkan pengendara dapat lebih aman, nyaman, dan mampu meminimalisir risiko kecelakaan di jalan raya. Kedisiplinan dan kewaspadaan menjadi kunci utama dalam mewujudkan keselamatan berkendara.(ri/gb)


