spot_img
spot_img
BerandaBaliGeger di Baturiti, Pria Diduga Pencuri Ayam Tewas Setelah Dihajar Beramai-ramai

Geger di Baturiti, Pria Diduga Pencuri Ayam Tewas Setelah Dihajar Beramai-ramai

GATRABALI.COM, TABANAN – Pria berinisial KD tewas setelah dikeroyok massa di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Bali.

Pengeroyokan terjadi seusai pria asal Buleleng, itu tepergok mencuri ayam aduan di wilayah tersebut. Tak hanya itu, motor milik KD juga ludes dibakar warga.

Menurut, Kasi Humas Polres Tabanan, Iptu Ni Luh Putu Wiwik Endrayani, menerangkan, pengeroyokan itu terjadi sekitar pukul 01.30 Wita pada Jumat (24/7/2026). Saat itu, KD tertangkap tangan mencuri ayam milik warga bernama I Wayan Adi Suteja (31).

Baca Juga  Remaja 14 Tahun Meninggal Dunia Terseret Air Bah di Abiansemal

“Warga emosi karena maraknya kasus kehilangan ayam di wilayah tersebut kemudian melakukan pengeroyokan terhadap terduga pelaku hingga meninggal dunia di lokasi kejadian,” ujarnya, kemarin, Sabtu (25/7/2026).

Dirinya menerangkan, personel Polsek Baturiti tiba dilokasi sekitar pukul 02.00 Wita. Saat itu, petugas mendapati KD sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Dirinya menyebutkan, sejumlah barang bukti diamankan di lokasi kejadian. Termasuk seekor ayam yang hendak dicuri, satu bilah golok, serta tas berisi tang, ketapel, batu, dan sejumlah uang tunai.

Baca Juga  139 Karya Desainer Muda Bali Bersinar di Pagelaran Wastra Citta Jagadhita

Dirinya menerangkan, Tim Inafis Satreskrim Polres Tabanan sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan identifikasi sidik jari di lokasi. Sedangkan, jasad KD dievakuasi ke Rumah Sakit Umum (RSU) Semara Ratih, Tabanan.

“Jenazah sudah diserahkan kepada pihak keluarga pada Jumat sore,” cetusnya.

Dirinya menambah, penyidik juga telah meminta keterangan dari sejumlah saksi untuk mendalami kronologi kejadian dan masih mendalami kasus tersebut.

Baca Juga  Pj Lihadnyana Apresiasi RSIA Puri Bunda Singaraja, Tegaskan Pentingnya Akses Kesehatan Bagi Masyarakat

“Latar belakang (pengeroyokan), keresahan warga akibat maraknya kasus pencurian ayam di kawasan tersebut,” tutup Wiwik Endrayani.(gun/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments