GATRABALI.COM, DENPASAR – Pengendara sepeda motor di Bali diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul kondisi angin yang cukup kencang di sejumlah wilayah.
Hembusan angin dapat memengaruhi keseimbangan kendaraan, terutama ketika melintasi ruas jalan terbuka atau saat berpapasan dengan bus maupun truk.
Safety Riding Instructor Astra Motor Bali, Yosepth Klaudius, mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan faktor cuaca saat berkendara. Prinsip #Cari_Aman perlu diterapkan dengan menyesuaikan kecepatan dan kondisi perjalanan.
“Dalam kondisi angin kencang, pengendara perlu mengurangi kecepatan, menjaga keseimbangan, serta meningkatkan jarak aman dengan kendaraan lain. Jangan memaksakan diri apabila kondisi cuaca sudah tidak memungkinkan untuk berkendara dengan aman,” ujar Yosepth.
Selain menjaga kecepatan, pengendara juga perlu memperhatikan potensi bahaya di sepanjang perjalanan. Ranting, dahan pohon dan benda lain yang terbawa angin dapat sewaktu-waktu jatuh atau melintas ke badan jalan.
Risiko lain muncul ketika sepeda motor berada di dekat kendaraan berukuran besar. Bus dan truk dapat menghasilkan hembusan angin maupun perubahan tekanan udara ketika melintas yang berpotensi mengganggu kestabilan sepeda motor.
Pengendara karena itu disarankan menjaga jarak aman dan tidak mengambil posisi terlalu dekat dengan kendaraan besar. Pengaturan kecepatan juga penting agar pengendara memiliki ruang untuk melakukan antisipasi.
Kesiapan kendaraan dan kondisi fisik pengendara turut menjadi faktor penting. Sebelum memulai perjalanan, sepeda motor sebaiknya diperiksa untuk memastikan seluruh komponen dalam kondisi baik. Pengendara juga harus memastikan tubuh dalam kondisi fit.
“Pastikan juga selalu menggunakan perlengkapan berkendara yang lengkap, seperti helm SNI, jaket, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu. Sebelum berkendara, periksa kondisi kendaraan dan pastikan kondisi tubuh dalam keadaan fit,” tambahnya.
Yosepth juga mengingatkan pengendara untuk tidak memaksakan perjalanan apabila angin semakin kuat dan kondisi jalan mulai membahayakan. Berhenti sementara di lokasi yang aman dapat menjadi pilihan untuk menghindari risiko kecelakaan.
Namun, tempat berhenti harus dipilih secara tepat. Pengendara sebaiknya tidak berteduh di bawah pohon, papan reklame atau bangunan yang berpotensi roboh maupun terkena material akibat angin.
Astra Motor Bali terus mendorong penerapan budaya keselamatan berkendara melalui edukasi kepada masyarakat. Prinsip #Cari_Aman diharapkan menjadi kebiasaan setiap pengendara sehingga keselamatan tetap menjadi prioritas dalam berbagai kondisi perjalanan.(ri/gatrabali)


