GATRABALI.COM, BANGLI – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan komitmennya untuk menjaga keberlanjutan peradaban Bali melalui penguatan desa adat dan pelestarian kawasan sakral.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Muspayang Bhakti Nganyarin serangkaian Karya Pujawali Ngusaba Purnamaning Sasih Kapat (Ida Betara/Betari Tedun Kabeh) di Pura Bukit Mentik, Desa Adat Batur, Kintamani, Bangli, Kamis, 1 Oktober 2026, sore.
Dalam kesempatan tersebut, Koster menyebut Pura Bukit Mentik sebagai salah satu simbol penting peradaban Bali yang memiliki nilai spiritual dan budaya. Menurutnya, keberadaan kawasan sakral seperti Pura Bukit Mentik harus terus dijaga agar nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tetap lestari.
Koster juga menyoroti kekayaan alam yang dimiliki kawasan Kintamani, khususnya keberadaan Gunung dan Danau Batur. Ia menyebut anugerah alam tersebut memiliki nilai penting bagi kehidupan masyarakat Bali sehingga harus dirawat secara berkelanjutan.
“Ini harus kita rawat dengan baik,” tegas Koster.
Menurut Koster, pembangunan di Kabupaten Bangli juga menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Bali. Pembangunan, kata dia, harus tetap berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian alam, budaya, adat dan kehidupan spiritual masyarakat.
Ia menekankan, pembangunan Bali tidak semata-mata diarahkan pada kemajuan fisik dan ekonomi. Aspek adat, budaya dan lingkungan harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam menentukan arah pembangunan daerah.
Komitmen tersebut, lanjut Koster, menjadi bagian dari haluan pembangunan Bali untuk 100 tahun ke depan. Arah pembangunan Bali harus mampu memastikan keberlanjutan kehidupan masyarakat sekaligus menjaga identitas dan karakter Bali.
“Jaga Bali agar tetap ajeg,” ujarnya.
Koster menegaskan, penguatan seluruh desa adat di Bali menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga keberlanjutan Bali di masa mendatang. Desa adat dinilai memiliki peran strategis dalam mempertahankan nilai-nilai budaya, tradisi serta kehidupan sosial masyarakat Bali.
Penguatan desa adat juga dinilai penting untuk memastikan nilai-nilai lokal tetap menjadi fondasi dalam kehidupan masyarakat di tengah perkembangan zaman. Dengan demikian, pembangunan dapat terus berjalan tanpa menghilangkan identitas dan karakter Bali.
Dalam konteks Kabupaten Bangli, keberadaan kawasan sakral serta kekayaan alam Gunung dan Danau Batur menjadi bagian penting yang perlu dijaga bersama. Pelestarian tersebut diharapkan dapat berjalan beriringan dengan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Melalui komitmen tersebut, Pemprov Bali mendorong agar pembangunan ke depan tetap berlandaskan pada kekuatan adat, budaya dan lingkungan. Upaya tersebut diharapkan mampu menjaga Bali tetap ajeg sekaligus memastikan keberlanjutan peradaban Bali bagi generasi mendatang. (ri/gatrabali)


