GATRABALI.COM, JEMBRANA – Pemerintah Kabupaten Jembrana terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui pelatihan metode berhitung GASING bagi guru sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).
Program tersebut resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Jembrana, I Made Budiasa, di Ballroom Gedung Kesenian Ir. Soekarno, Senin (2/11/2026).
Pelatihan yang berlangsung pada 2–18 November 2026 ini diikuti 216 guru SD dan SMP. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan guru dalam mengajarkan matematika dengan cara yang lebih mudah dipahami dan menyenangkan bagi siswa.
Dalam sambutannya, I Made Budiasa menyampaikan rasa syukur ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Tuhan Yang Maha Esa. Ia juga mengapresiasi Dinas Pendidikan serta seluruh pihak yang telah menggagas pelaksanaan program pelatihan tersebut.
“Pendidikan adalah pilar utama dalam membangun peradaban dan kualitas sumber daya manusia di Jembrana. Melalui pelatihan metode GASING ini, kita ingin guru-guru membangkitkan kecintaan anak-anak terhadap matematika sejak dini,” ujarnya.
Budiasa menjelaskan, metode GASING merupakan singkatan dari Gampang, Asyik, dan Menyenangkan. Metode yang dikembangkan oleh Prof. Yohanes Surya ini dirancang untuk membantu siswa memahami matematika secara logis, cepat, dan menyenangkan tanpa merasa tertekan.
Pendekatan tersebut juga diharapkan mampu mengubah anggapan bahwa matematika merupakan pelajaran yang sulit, kaku, dan menakutkan.
Metode GASING memiliki empat peran utama dalam mendukung peningkatan numerasi siswa. Pertama, mengurangi kecemasan terhadap matematika melalui permainan, lagu, serta aktivitas interaktif yang membuat proses belajar lebih menarik.
Kedua, membangun pemahaman konsep secara bertahap, mulai dari hal konkret menuju abstrak. Siswa diajak mengenal makna angka menggunakan benda nyata atau alat peraga sebelum memahami bentuk simbolisnya.
Ketiga, meningkatkan kelancaran dan kecepatan berhitung atau mental math. Melalui teknik tertentu, siswa dilatih melakukan perhitungan secara mental tanpa selalu mengandalkan kalkulator maupun coretan panjang.
Keempat, mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan logis. Penguasaan operasi dasar yang baik diharapkan membantu siswa menganalisis soal cerita serta menyelesaikan berbagai persoalan dengan lebih optimal.
Dalam pelaksanaan program ini, guru memiliki peran strategis sebagai penggerak perubahan dalam proses pembelajaran di sekolah. Para peserta diharapkan dapat memahami materi, teknik, dan metode yang diberikan oleh pelatih profesional, kemudian menerapkannya sesuai kebutuhan di sekolah masing-masing.
“Jadilah agen perubahan di sekolah masing-masing. Tularkan semangat dan metode ini kepada rekan sejawat dan utamanya kepada anak-anak didik kita di ruang-ruang kelas,” pesan Budiasa.
Pemerintah Kabupaten Jembrana berkomitmen mendukung peningkatan mutu pendidikan melalui pengembangan kapasitas guru serta penyediaan fasilitas penunjang yang memadai.
Melalui upaya tersebut, Pemkab Jembrana berharap dapat mewujudkan generasi yang cerdas, kompetitif, dan berkarakter di Bumi Makepung.
Pada akhir kegiatan pembukaan, I Made Budiasa berharap Ida Sang Hyang Widhi Wasa senantiasa melimpahkan wara nugraha bagi setiap langkah dalam memajukan pendidikan di Kabupaten Jembrana.(ri/gatrabali)


