spot_img
spot_img
BerandaBaliSMPN 7 Singaraja Ajak Siswa Cintai Lingkungan Hidup Melalui Ekstrakurikuler

SMPN 7 Singaraja Ajak Siswa Cintai Lingkungan Hidup Melalui Ekstrakurikuler

BULELENG – SMPN 7 Singaraja memiliki terobosan dalam mengajak siswa-siswinya untuk peduli terhadap lingkungan hidup, yaitu melalui kegiatan ekstrakurikuler lingkungan hidup. Pada kegiatan tersebut, siswa-siswi diajarkan mulai dari kesadaran untuk memilah sampah hingga pengolahan sampah daur ulang menjadi benda yang bernilai lebih tinggi.

Kepala SMPN 7 Singaraja, Ni Ketut Santi Heppy pada Senin, 26 Februari 2024 mengungkapkan alasannya menggiatkan ekstrakurikuler lingkungan hidup, karena menurut pandangannya penumpukan sampah plastik sekali pakai di masyarakat sangat banyak dan tidak terkendali. Oleh sebab itu, dirinya bertekad untuk memberikan pemahaman sejak dini kepada para siswa-siswinya, bahwa pengelolaan sampah yang baik sejalan dengan lingkungan hidup yang sehat.

Baca Juga  Hadiri Puncak Karya di Banyuwangi, Wabup Ipat Serukan Pelestarian Budaya Lokal

“Pada ekstrakurikuler ini, anak-anak sudah kami berikan pemahaman untuk memilah sampahnya, menata tanaman, setiap pekannya ekstrakurikuler itu dilaksanakan namun prakteknya dilakukan setiap hari,” jelasnya.

Kepala SMPN 7 Singaraja, Ni Ketut Santi Heppy
Kepala SMPN 7 Singaraja, Ni Ketut Santi Heppy. Sumber foto: Kominfosanti Buleleng

Kesadaran pemilahan sampah didukung olehnya dengan penyediaan tempat sampah yang memisahkan antara sampah organik dan sampah anorganik. Dirinya menempatkan tempat sampah tersebut pada setiap ruang kelas dan sejumlah titik strategis. Siswa-siswi anggota ekstrakurikuler lingkungan hidup pun diberikan wewenang untuk mengawasi proses pemilahan sampah yang dilakukan pada masing-masing kelas.

Baca Juga  Ribuan Warga Gerogak Sambut Antusias Paslon Koster-Giri di Kampanye Putaran I

Sampah anorganik yang telah terkumpul pun dimanfaatkan menjadi beberapa jenis benda bernilai, antara lain adalah eco brick, taplak meja, dan hiasan ruangan seperti tiruan tanaman hias dan rangkaian bunga. Sedangkan sampah organik diolah menjadi eco enzyme.

Melalui penerapan Kurikulum Merdeka, pemahaman terkait lingkungan hidup juga diberikan kepada siswa-siswi melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Melalui P5 tersebut, pihaknya menunjuk sejumlah siswa-siswi sebagai pionir lingkungan hidup di lingkup SMPN 7 Singaraja.

Baca Juga  Perkuat Kerjasama, Universitas Ngurah Rai dan Charles Darwin University Gelar Simposium Internasional

Bahkan untuk memberikan pemahaman tambahan, Heppy melalui P5 melakukan studi lapangan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bengkala. Langkah tersebut bertujuan agar siswa-siswi dapat memahami alur pengelolaan sampah dari hulu ke hilir, dengan TPA sebagai hilirnya. Dari pengalaman yang didapat dari studi lapangan ke TPA Bengkala, para siswa-siswi yang tergabung dalam P5 diharapkan dapat membagi pengalamannya kepada teman-temannya di sekolah.

“Jadi nanti kan semuanya akan memahami cara menjaga lingkungan hidup yang baik, bahkan ilmunya nanti bisa dibawa pulang ke rumah,” tutup Heppy. (adv/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments