spot_img
BerandaBaliBadungBali Memasuki Puncak Kemarau, April-September Jadi Periode Umumnya

Bali Memasuki Puncak Kemarau, April-September Jadi Periode Umumnya

GATRABALI.COM, MANGUPURA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika(BMKG) Wilayah III, menyebut, wilayah Bali telah masuk puncak musim kemarau.

Prakirawan Cuaca BBMKG Wilayah III, Diana Hikmah, menerangkan, Musim kemarau di wilayah Bali umumnya terjadi pada periode April – September, akan tetapi setiap daerah dapat berbeda-beda waktunya.

Dirinya mengatakan, Wilayah umumnya paling terdampak pada musim kemarau adalah wilayah miliki karakteristik lahan cenderung kering, seperti di wilayah Bali bagian Utara dan Barat.

Baca Juga  Pemancing Ini Diduga Terseret Arus di Pantai Pandawa

Akan tetapi, pada musim kemarau tahun ini yang berbarengan dengan fenomena El Nino, maka Sebagian besar wilayah Bali memiliki potensi kekeringan.

“Berdasarkan data historis, kekeringan sebelumnya juga pernah terjadi dengan kondisi musim kemarau panjang, yaitu di tahun 2015, 2019 dan terakhir di tahun 2023, dimana di tahun tersebut juga terjadi fenomena El Nino dengan intensitas moderat hingga kuat,” ucapnya, Rabu, (2/9/2026) di Badung.

Baca Juga  Bupati Tabanan Hadiri Uleman Karya Yadnya di Tiga Desa, Apresiasi Gotong-Royong Masyarakat

Dirinya menghimbau, BMKG sebelumnya telah mengimbau adanya fenomena El Nino kuat pada musim kemarau tahun ini, sehingga masyarakat diharapkan dapat mewaspadai potensi kekeringan dan kebakaran lahan selama puncak musim kemarau ini dengan menghindari kegiatan yang dapat memicu api di area terbuka, serta terus memantau pembaruan informasi cuaca atau iklim resmi melalui kanal BMKG.(gun/gatrabali)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments