Minggu, Juni 16, 2024
BerandaNewsDiduga Alami Sakit Kronis, Seorang Lansia Ditemukan Tergeletak di Pasar Seririt

Diduga Alami Sakit Kronis, Seorang Lansia Ditemukan Tergeletak di Pasar Seririt

 

GATRABALI.COM, BULELENG – Seorang lansia penjual jajan banten (sarana upacara) bernama Luh Swini (76) ditemukan tergeletak di sebelah lapaknya yang berlokasi di dalam Pasar Seririt, pada Senin 6 Maret 2023, sekitar pukul 05.00 Wita.

Saat dikonfirmasi Selasa 7 Maret 2023, Kasi Humas Polres Buleleng AKP Gede Sumarjaya membenarkan adanya peristiwa tersebut.

Dimana berdasarkan keterangan menantu korban bernama Herlina Liana Ekawati Syaputri (29), korban berangkat ke pasar untuk berjualan sekitar pukul 04.30 Wita.

Baca Juga  Pemuda Belasan Tahun Ini Tenggelam Saat Berenang di Sungai Desa Tiga Wasa

Selanjutnya, sekitar pukul 05.00 Herlina tiba-tiba dihubungi oleh seorang tukang ojek dan menginformasikan bahwa korban pingsan disamping lapaknya.

Kemudian menantu korban bersama Komang Kartin (45) yang juga mengetahui hal tersebut langsung mendatangi lokasi kejadian.

"Menantunya dihubungi oleh seorang ojek bahwa korban pingsan disamping tempatnya berjualan, setelah tiba dilokasi saksi melihat kondisi korban sudah tidak bernapas," Ucap Kasi Humas Polres Buleleng AKP Gede Sumarjaya.

Baca Juga  Buka Sosialisasi Inovda, Pj. Bupati Lihadnyana Dorong SKPD Ciptakan Inovasi dan Kreatifitas

Setelah dicek ternyata lansia asal Jalan Diponegoro, Kelurahan Seririt, Buleleng itu sudah dalam keadaan tidak bernafas.

Kemudian pihak PD Pasar langsung menghubungi Polsek Seririt untuk melakukan pengecekan dan membawa jenazah korban ke rumah duka.

Sementara, saat dilakukan pemeriksaan luar oleh tim medis Puskesmas Seririt I, korban diperkirakan meninggal 2 jam yang lalui kurang dari pukul 06.00 dan tidak ditemukan luka luar atau tanda-tanda kekerasan fisik pada jenazah korban. 

Baca Juga  Mimih, Warga Mendoyo Gantung Diri di Pohon Nangka

Dugaan sementara korban meninggal akibat penyakit jantung kronis atau gerd (asam lambung akut) dengan komplikasi diabetes melitus.

Pihak keluarga juga telah mengikhlaskan kematian korban dan menolak untuk dilakukan autopsi.
 
"Pihak keluarga menerima kematian korban, mengingat korban mengidap penyakit jantung dan komplikasi. Nantinya akan membuat surat pernyataan penolakan autopsi," Terang AKP Sumarjaya. (gatra)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments