Minggu, Juni 16, 2024
BerandaNewsDiduga Kelelahan, Seorang Pemedek Tewas di Puncak Gunung Abang

Diduga Kelelahan, Seorang Pemedek Tewas di Puncak Gunung Abang

 

GATRABALI.COM, BANGLI – Nasib naas dialami seorang pemedek (orang yang akan bersembahyang) di pura yang ada di areal Gunung Abang, Desa Abangsongan, Kecamatan Kintamani, Bangli.

Diduga karena kelelahan dan penyakit jantungnya kambuh, korban bernama I Wayan Ariana (40), dari Banjar Tambyak, Desa Pecatu, Kuta Selatan, Badung meninggal dunia ditempat saat turun bersama rombongan usai melakukan persembahyangan Minggu 9 April 2023 sekitar pukul 15.30 wita.

Hanya saja, info kejadian tersebut baru diterima para pihak berwenang sekitar pukul 19.30 Wita.

Proses evakuasi langsung dilakukan Minggu malam hingga Senin subuh.

Hanya saja, terkendala kendala Medan yang terjal serta cuaca dingin, proses evakuasi dilanjutnya hingga Senin 10 April 2023 siang.

Sesuai informasi yang dihimpun, korban meninggal dunia diperkirakan di puncak bukit/Gunung Abang, perbatasan Desa Abangsongan, Kintamani dengan Desa Pemuteran, Rendang, Karangasem .

Kejadian berawal pada Minggu 9 April 2023 sekitar pukul  09.30 Wita, korban bersama  rombongan warga pesemetonan Tambyak yang berjumlah kurang lebih 43 orang melaksanakan kegiatan pendakian di Bukit/Gunung Abang, Kintamani.

Baca Juga  Pj Bupati Buleleng Pimpin Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-95 Tahun 2023

Mereka naik lewat jalur Desa Suter, Kintamani untuk melaksanakan persembahyangan bersama di Pura Tulukbiyu yang ada di puncak bukit/gunung tersebut. 

“Rombongan tiba di puncak sekitar jam setengah dua (pukul 13.30 wita), kemudian melaksanakan persembahyangan,”sebut Kapolsek.

Setelahnya, sekira pukul 15.30 Wita rombongan kembali turun. Dari puluhan orang itu, ada lima orang diantaranya berjalan paling akhir.

Mereka adalah  I Wayan Budiasa, Ni Wayan Sutini, I Wayan Kodir, I Putu Badeng Wardana dan I Wayan Ariana (korban).

Setelah kurang lebih berjalan 20 meter dari Pura, saksi I Wayan Kodir melihat korban I Wayan Ariana yang saat itu posisinya paling belakang dalam kondisi terduduk lemas tidak sadarkan diri. 

“Selanjutnya korban diberikan pertolongan namun korban tidak kunjung sadar. Setelah dicek nadi korban sudah tidak berdenyut, selanjutnya saksi memberitahukan kepada rombongan yang sudah mendahului turun lewat HT untuk mencari bantuan kepada warga dan melaporkan ke Polsek Kintamani,” beber mantan Kapolsek Abiansemal ini.

Baca Juga  Resmikan Cambridge Reading Corner, Pemkot Denpasar Harapkan Membantu Kembangkan Bahasa Inggris Anak Panti Asuhan

Begitu info tersebut beredar, selanjutnya sekitar pukul 17.00 Wita, warga masyarakat Desa Buahan sebanyak kurang lebih 20 orang dipimpin Bendesa Adat Buahan I Made Antara bersama petugas medis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bangli, atas nama dr. I Made Supadma menuju TKP puncak Bukit Abang untuk melakukan pertolongan. Setelah dicek, korban dinyatakan sudah meninggal. 

“Saat itu cuaca lagi turun hujan dan kondisi medan yang sulit. Evakuasi menunggu petugas lain, dan warga kembali ke titik kumpul pendakian,”jelas Kompol Ruli.

Kemudian,  pada pukul 22.20 wita, tim Rescue Pos SAR Karangasem tiba di titik kumpul pendakian Bukit Abang, disusul  Basarnas, anggota Polsek Kintamamani, TNI dan Gowri Rescue Bali yang dipimpin oleh Koordinator Pos SAR Karangsem I Gusti Ngurah Eka melaksanakan pendakian menuju TKP untuk melaksanakan evakuasi korban. Proses evakuasi diperkirakan memakan waktu hingga 4 jam. 

I Gusti Ngurah Eka kordinator pos SAR Karangasem mengatakan,  korban baru dapat dievakuasi dari puncak Gunung Abang sampai pos II pendakian sekitar pukul 01:00 wita dini hari tadi. 

Baca Juga  Empat Bocah Jadi Korban Tabrak Lari di Tukad Mungga Buleleng 

"Karena sulitnya medan semalam, sehingga proses penurunan korban dari pos II ke parkiran dilanjutkan hari ini (Senin-red)," jelasnya. 

Hingga akhirnya, kata dia, tim gabungan baru bisa mengevaluasi jenazah korban sampai parkiran sekitar pukul 12.30 wita dan lanjut dibawa oleh keluarga ke rumah duka di Denpasar. 

"Kendala yang dihadapi tim gabungan saat proses evakuasi, selain  kondisi medan terjal dari lereng Gunung. Cuaca puncak gunung pada malam hari juga sangat dingin. Kalau dipaksakan semalam, petugas berisiko kena kram otot," jelasnya. 

Karena itu, proses evakuasi baru tuntas dilakukan Kamis siang. 

"Astungkara, proses evakuasi telah berjalan lancar," tegasnya. 

Sementara keterangan Kadus Banjar Blong Dauhan, Desa Abangsongan, I Ketut Tarka, TKP korban meninggal tersebut masuk wilayah Kabupaten Karangasem perbatasan antara Banjar Abangsongan, Kintamani dengan Desa Pemuteran, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem. 

"Jenazah korban tadi siang sudah berhasil dievakuasi dan telah dibawa ke rumah duka," pungkasnya. (gatra)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments