Minggu, Juni 16, 2024
BerandaBaliJadi Pilot Project Wolbachia, WMP Optimis DBD di Buleleng Beres

Jadi Pilot Project Wolbachia, WMP Optimis DBD di Buleleng Beres

GATRABALI.COMBULELENG – Buleleng Development Festival (BDF) 2023 kembali digelar dengan meriah, membawa topik menarik mengenai pembangunan di Kabupaten Buleleng. Acara yang berlangsung hari ini, Selasa 22 Agustus 2023, di Gedung Olahraga (GOR) Bhuana Patra, menjadi panggung bagi Putu Velyniawati, Ahli Risk Communication and Community Engagement (RCCE) dari World Mosquito Program (WMP) Indonesia, yang hadir sebagai narasumber utama.

Dalam acara Talk Show yang dikendalikan oleh IGA Agus Mahendra, Velyniawati menjelaskan alasannya memilih Kabupaten Buleleng sebagai proyek pilot Wolbachia.

Baca Juga  Lindungi Kain Khas Buleleng, Bupati Lihadnyana Ajukan Hak Paten

Menurutnya, Kabupaten Buleleng memiliki jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang cukup signifikan. Hal ini membuat WMP melihat kesempatan untuk turut serta dalam mengatasi tantangan ini.

“Kami mengakui upaya keras Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam menangani masalah DBD yang meresahkan. Karenanya, kami memutuskan untuk menjadikan Buleleng sebagai salah satu lokasi Pilot Project Wolbachia,ungkap Velyniawati.

Lebih lanjut, Velyniawati menguraikan bahwa meningkatnya kasus DBD selama musim pancaroba telah menjadi perhatian serius. Oleh karena itu, program penerapan Wolbachia direncanakan akan segera diterapkan di Kabupaten Buleleng untuk membantu mengurangi penyebaran penyakit ini.
World Mosquito Program (WMP) akan menerapkan metode Wolbachia dengan mengintroduksi nyamuk yang terinfeksi bakteri Wolbachia. Bakteri ini memiliki kemampuan untuk mengurangi penularan virus DBD pada nyamuk Aedes aegypti, vektor utama penyakit ini.

Baca Juga  Polres Tabanan Berhasil Tangkap Sembilan Pengedar Sabu

Selain itu, Velyniawati juga berbagi bahwa metode serupa telah berhasil diterapkan di Yogyakarta dan saat ini sedang diuji coba di Pulau Bali, khususnya di Denpasar dan Buleleng.

Ia menegaskan bahwa upaya penerapan metode Wolbachia akan berjalan beriringan dengan tindakan preventif lainnya, seperti pengasapan dan pemantauan larva nyamuk.

“Dengan menerapkan metode ini, kami berharap angka kasus DBD di Kabupaten Buleleng dapat ditekan. Rencananya, proses pengenalan Wolbachia akan berlangsung selama 12-20 minggu, dan rencananya akan dimulai pada bulan November 2023,” tambah Velyniawati.

Baca Juga  Diikuti 220 Peserta, 'Rumah Bertumbuh' Desa Tembok Sebagai Wadah Peningkatan Kapasitas Masyarakat

Velyniawati optimistis bahwa dengan komitmen dan kerja sama dari berbagai pihak, WMP yakin bahwa usaha mengatasi kasus DBD di Kabupaten Buleleng akan memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat setempat.(adv/gb)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments