Sabtu, Juni 22, 2024
BerandaBaliBadungJro Dasaran Dewi, dari Penyakit Menuju Dunia Spiritual

Jro Dasaran Dewi, dari Penyakit Menuju Dunia Spiritual

GATRABALI.COM, BADUNG – Jro Dasaran Dewi, yang akrab disapa Jro Dewi, telah menjalani perjalanan spiritual yang menarik. Kini, ia dikenal sebagai seorang praktisi spiritual yang membantu orang lain dengan landasan yang kuat dalam ‘ngayah’ kepada Tuhan.

Jro Dewi mengungkapkan bahwa perjalanan rohaniahnya dimulai sejak usia muda. Saat masih duduk di kelas 3 SD, ia sering menderita sakit-sakitan. Namun, nasibnya berubah ketika petunjuk dari orang-orang bijak mengungkapkan bahwa ia memiliki potensi “melik” – memiliki kemampuan spiritual yang khusus.

Namun, meskipun memiliki potensi yang kuat, orang tua Jro Dewi pada saat itu memutuskan untuk menutup kemampuan spiritualnya sementara waktu. Alasannya tidak dijelaskan dengan rinci.

Baca Juga  HIPMI Buleleng Gelar Rakercab dan Kenalkan 'Buleleng Apps' untuk Tingkatkan Konektivitas Bisnis

Ni Luh Dewi Astuti Ningsih, nama lengkap Jro Dewi, menceritakan kepada kami di kediamannya di Banjar Gaji, Desa Dalung, Badung. Ia bercerita bahwa sejak kecil, ia kerap kali mengalami pengalaman-pengalaman supranatural yang menakutkan.

Namun, saat ini, fokus utama Jro Dewi adalah membantu orang lain dalam pengobatan dan perawatan spiritual. Ia telah membantu banyak orang yang memiliki masalah spiritual dan kesehatan.

“Pengobatan yang saya lakukan didasarkan pada prinsip ‘ngayah’, yaitu berbakti kepada Tuhan melalui pelayanan kepada sesama,” ungkap Jro Dewi.

Baca Juga  Diskop Gelar Diklat Uji Sertifikasi Kompetensi Libatkan Puluhan Pengelola Koperasi di Badung

Selain membantu pengobatan spiritual, Jro Dewi juga menawarkan layanan meditasi kesehatan. Layanan ini ditujukan untuk mencapai keseimbangan antara dimensi jasmani dan rohani. Selain itu, ia juga menawarkan layanan “totok aura” untuk meningkatkan pancaran positif pada tubuh dan wajah.

“Pada akhir-akhir ini, banyak orang yang datang untuk belajar meditasi dan totok aura,” tambahnya saat kami berbincang pada Minggu, 20 Agustus 2023, di kediamannya di Dalung, Kabupaten Badung, Bali.

Jro Dewi menjelaskan bahwa tujuan dari totok aura adalah untuk mengoptimalkan pancaran aura positif dalam diri seseorang. Ia menekankan bahwa orang yang tertarik untuk mencoba totok aura harus memiliki niat tulus, bukan hanya sekadar mengikuti tren.

Baca Juga  DPRD Tabanan Ucapkan Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1945

“Bagi mereka yang ingin menjalani totok aura bersama saya, persiapkanlah sarana seperti banten pejati, sekar sedap malam dalam jumlah ganjil (7 atau 11), serta 1 buah kelapa kuning,” jelasnya.

Sebagai penutup, Jro Dewi menekankan pentingnya memberi waktu untuk relaksasi bagi tubuh manusia setelah menjalani aktivitas sehari-hari. Menurutnya, relaksasi adalah bentuk penghargaan terhadap tubuh kita yang setia melayani. (gb)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments