spot_img
BerandaBaliKunjungan Wisatawan Jatiluwih Mulai Turun, Pasar Asia Jadi Sasaran Promosi

Kunjungan Wisatawan Jatiluwih Mulai Turun, Pasar Asia Jadi Sasaran Promosi

GATRABALI.COM, TABANAN – Kunjungan wisatawan ke Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih, Kabupaten Tabanan, mulai mengalami penurunan memasuki akhir September 2026.

Kondisi tersebut merupakan bagian dari siklus kunjungan wisatawan yang hampir terjadi setiap tahun, dengan puncak kunjungan biasanya berlangsung pada Agustus.

Manajer Operasional DTW Jatiluwih, I Ketut Purna, mengatakan jumlah kunjungan wisatawan mulai berkurang setelah melewati periode ramai pada Juli hingga September. Penurunan tersebut diperkirakan berlanjut hingga pertengahan Desember mendatang.

“Memang puncak kunjungan tamu itu Agustus. Per akhir September ini sudah ada pengurangan, kelihatan pengurangan kunjungan,” jelasnya, Senin sore, 28 September 2026 di Jatiluwih, Tabanan.

Menurut Purna, penurunan kunjungan wisatawan pada periode tersebut merupakan pola musiman yang terjadi hampir setiap tahun. Persentase penurunan diperkirakan berkisar antara 5 hingga 15 persen.

Baca Juga  Prestasi Nasional, Tabanan Catat Skor 97,97 Persen dalam MCP 2024 dari KPK

“Penurunan sama dari tahun ke tahun seperti itu. Mungkin akan turun antara lima persen sampai 15 persen,” sebutnya.

Di tengah penurunan tersebut, wisatawan Eropa masih menjadi pasar utama DTW Jatiluwih. Sekitar 80 persen kunjungan wisatawan berasal dari kawasan Eropa, sedangkan sisanya berasal dari wisatawan Asia dan domestik.

Meski demikian, pasar Asia mulai menunjukkan perkembangan positif. Wisatawan asal Malaysia menjadi salah satu kelompok wisatawan Asia yang paling banyak berkunjung ke Jatiluwih. Selain itu, kunjungan wisatawan dari Singapura, Vietnam, dan India juga mulai meningkat.

Baca Juga  Bupati Sanjaya Hadiri Pelantikan Kepengurusan KONI Masa Bhakti 2023-2027

Purna mengatakan perubahan pola kunjungan tersebut mendorong pengelola DTW Jatiluwih untuk mengalihkan sebagian strategi promosi ke sejumlah negara Asia. Langkah ini dilakukan seiring berkurangnya penerbangan dari kawasan Timur Tengah yang turut memengaruhi pergerakan wisatawan.

“Dengan pengurangan flight dari Middle East khususnya, Jatiluwih sebenarnya sekarang sedikit mengalihkan promosinya ke Asian country. Khususnya Singapura, Malaysia, bahkan Vietnam. India juga banyak sekali yang masuk ke Jatiluwih,” terangnya.

Menurutnya, perkembangan pasar Asia menjadi peluang untuk menjaga jumlah kunjungan wisatawan hingga akhir tahun. Ketika kunjungan wisatawan dari Eropa dan Amerika mengalami penurunan, pasar Asia justru memperlihatkan peningkatan.

“Walaupun Eropa, Amerika lagi turun, tapi di satu sisi Asia itu sebenarnya kelihatan ada peningkatan,” ucapnya.

Baca Juga  Pemprov Bali Fokus Benahi Akses dan Layanan Bandara Ngurah Rai

Dari sisi karakteristik, wisatawan yang berkunjung ke Jatiluwih masih didominasi mereka yang ingin menikmati hamparan persawahan dan lanskap alam kawasan tersebut. Selain wisatawan individu, terdapat pula rombongan perusahaan yang datang melalui kegiatan perjalanan insentif.

Potensi tersebut menjadi salah satu pertimbangan pengelola dalam memperkuat promosi ke pasar Asia. Dengan menyasar negara-negara yang menunjukkan peningkatan kunjungan, DTW Jatiluwih berupaya menjaga geliat pariwisata di tengah penurunan kunjungan pada akhir tahun.

Penguatan promosi tersebut diharapkan dapat membantu mempertahankan kunjungan wisatawan sekaligus memperluas pasar Jatiluwih, terutama saat memasuki periode kunjungan yang cenderung lebih rendah. (gun/gatrabali)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments