Sabtu, April 13, 2024
BerandaNewsMesantalan Prosesi Unik di Dusun Bangbang Biaung Desa Duda Karangasem

Mesantalan Prosesi Unik di Dusun Bangbang Biaung Desa Duda Karangasem

 

GATRABALI.COM, KARANGASEM – Dusun bangbang biaung  yang berada di Desa Duda, kecamatan Selat ini mempunyai  tradisi  yang unik serangkaian penutupan Aci usaba kapat.

Meski cuaca tak mendukung namun Krama dusun bangbang biaung tetap mengikuti prosesi mesantalan tersebut. Prosesi ini dilaksanakan setiap satu tahun sekali yang jatuh pada hati ini, Sabtu (22/10/2022).

Sebelum tradisi ini dimulai,  ratusan Krama laki-laki, perempuan,  anak-anak dan  remaja  berbondong bondong membawa sesajen ke pura puseh yang berada di dekat persawahan desa yang kurang lebih berjarak 500 meter dari kantor camat selat.

Baca Juga  Bandara Ngurah Rai Akan Hentikan Kegiatan Operasionalnya Saat Nyepi

Banten tersebut kemudian dihaturkan di  utama Mandala pura yang di Puput oleh pemangku pura.  Sambil menunggu  prosesi selesai  sebagian warga menunggu di areal  madya mandala pura. Sampai akhirnya datang aba-aba dari pengelingsir pura. Semua  krama yang berada di luar area utama Mandala masuk ke dalam  areal mandala untuk mengikuti persembahyangan bersama.

Usai sembahyang bersama sekitar pukul 14.30 wita, krama laki – laki kemudian membaur menjadi dua kelompok. Satu kelompok berada di utama mandala pura dan sebagain ada diarea madya mandala pura.

Setelah masing masing kelompok  menempati posisinya, kedua kelompok tersebut saling lempar dengan  menggunakan ketipat (ketupat) lungsuran dari sesajen tadi yang mereka haturkan dipura  puseh.

 "Tipat yang dipakai untuk saling  lempar adalah tipat lungsuran  yang dihaturkan tadi.ini merupakan   rasa syukur  atas berkah kemakmuran yang telah diberikan oleh Tuhan kepada seluruh warga," ungkap I Komang Gede Sutama selaku pengelingsir Pura Puseh Bangbang Biaung.

Dan uniknya lagi  tipat atau ketupat  yang sebelumnya dipakai saling lempar dipunggut lagi oleh para Krama dan dibawa pulang. Mereka yakin tipat tersebut  akan membawa berkah bagi mereka. 

Sutama juga menambahkan  tradisi "Mesantalan" Ini  adalah rangkaian akhir dari Aci Ngusaba Kapat yang rutin digelar pada tiap tahunnya. Mesantalan ini dilakukan pada  hari ke 11 setelah upacara penyineban aci Ngusaba Kapat di Desa Pakraman Duda. Ditahun ini  mesantalan  bertepatan dengan hari raya Saraswati. (gatra)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments