GATRABALI.COM, DENPASAR – PT Pegadaian meluncurkan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Emas untuk mempermudah nasabah mencetak tabungan emas menjadi emas fisik. Peluncuran ATM Emas ini untuk menambah kemudahan transaksi masyarakat atas layanan Pegadaian sehingga nasabah dapat mengambil emas yang dimiliki tanpa harus melalui proses transaksi secara konvensional di kantor Pegadaian.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil VII Denpasar, Edy Purwanto mengatakan kehadiran ATM Emas menjadi bagian dari pengembangan layanan Pegadaian sebagai bank emas atau bullion bank. Fasilitas tersebut juga diharapkan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap ketersediaan emas fisik di balik produk tabungan emas.
Menurut Edy, fasilitas tersebut menjadi salah satu cara untuk menjawab keraguan masyarakat mengenai keberadaan fisik emas yang dibeli melalui produk tabungan emas Pegadaian. Ia menyebut perseroan memiliki fasilitas penyimpanan emas di Jakarta dengan kapasitas hingga 150 ton.
“Apabila masyarakat ingin mengambil tabungannya, seperti halnya tabungan uang, tetapi ingin dipegang secara fisik, kami sediakan ATM Emas ini supaya masyarakat terbantu,” ujar Edy saat peluncuran ATM Emas ini pada Rabu, 14 Oktober 2026 di Kanwil Pegadaian VII, Denpasar, Jalan Raya Puputan, Renon.
Dengan disediakan ATM Emas ini sehingga masyarakat merasa terbantu dan semakin percaya kepada Pegadaian bahwa stok emas di Pegadaian ada, bukan hanya seperti yang diceritakan ramai-ramai di dunia maya itu.
Terkait penempatan ATM Emas Pegadaian, Edy akan melihat perkembangan dan animo masyarakat.
“Yang jelas, di cabang-cabang Pegadaian mungkin juga kami akan meletakkan. Lalu, di BRI yang cukup banyak peminatnya, jadi kami akan melakukan survei dulu. Sementara ini di Denpasar baru satu, tetapi akan kita tambah secepatnya,” ucapnya.
Ia menegaskan, Pegadaian ingin memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk berinvestasi emas, mulai dari menabung secara digital hingga mencetaknya menjadi emas fisik. Nasabah bahkan dapat mulai menabung emas dengan nominal Rp10.000.
Dalam pengoperasiannya, ATM Emas menyediakan pilihan pencetakan emas dengan pecahan mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Nasabah menggunakan aplikasi Tring! untuk mengajukan pencetakan dan memperoleh kode pembayaran, kemudian menyelesaikan pembayaran melalui aplikasi perbankan sebelum mengambil emas melalui mesin.
Edy mengatakan keamanan transaksi didukung sistem enkripsi pada aplikasi, kanal pembayaran perbankan, serta sistem keamanan pada perangkat ATM Emas. Ia menyebut perangkat tersebut memiliki tiga lapisan keamanan.
Melalui peluncuran ATM Emas diharapkan semakin memperluas informasi mengenai investasi emas sekaligus mendorong masyarakat memanfaatkan layanan Pegadaian.
Sementara itu, Head of Bullion Business Division Pegadaian Kadek Eva Suputra mengatakan, permintaan emas fisik di Indonesia cukup tinggi, sejalan dengan budaya masyarakat yang menjadikan emas sebagai salah satu bentuk investasi. Minat tersebut juga terlihat dari penjualan emas fisik di wilayah Denpasar.
Menurut Eva, penjualan emas fisik melalui Area Denpasar mencapai sekitar 158 kilogram hingga September 2026. Capaian tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat setempat terhadap emas fisik.
Secara nasional, Pegadaian menargetkan penjualan emas cetakan sebanyak 20 ton pada 2026. Realisasi penjualan telah mencapai lebih dari 99 persen dari target tersebut.(ism/gatrabali)


