Minggu, Juni 16, 2024
BerandaBaliPemkab Buleleng Launching 'Genting' Sebagai Upaya Turunkan Stunting

Pemkab Buleleng Launching ‘Genting’ Sebagai Upaya Turunkan Stunting

GATRABALI.COM, BULELENG – Penurunan angka stunting di Kabupaten Buleleng harus dilakukan secara holistik, kolaboratif oleh seluruh stakeholder. Sasaran prioritas penanganan stunting adalah sosialisasi calon pengantin, kesehatan ibu hamil dan bayi serta kecukupan gizinya.

Demikan sampaikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Buleleng Ni Made Rousmini saat melaunching Gerakan Penurunan Stunting (Genting) Buleleng di Taman Kota Singaraja, Minggu 27 Agustus 2023.

Mewakili Pj. Bupati Buleleng Asisten Rousmini mengatakan target Buleleng di tahun 2023 diharapkan bisa menurunkan angka stunting sesuai target RPD diangka 8%. Untuk itu diperlukan kerja keras semua pihak secara kolaboratif.” Kegiatan Genting hari ini saya apresiasi dalam upaya menurunkan angka stunting ke depannya, salah satunya dengan edukasi kepada calon pengantin yang sejak remaja harus dipersiapkan,”sebutnya.

Baca Juga  Bupati Jembrana Launching Wifi Corner dan Bank Sampah di RSU Negara

Senada dengan Asisten Rousmini, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Buleleng I Nyoman Riang Pustaka dalam laporannya mengatakan Genting Buleleng adalah upaya semua pihak karena sangat mendesak, penting dan prioritas untuk menurunkan angka stunting yang merupakan tantangan bangsa saat ini dan Buleleng khususnya untuk menciptakan generasi emas ke depannya.

Lebih lanjut dalam peluncuran Genting Buleleng malam ini, disematkan kegiatan sosialisasi kepada 100 calon pengantin yaitu remaja usia 21 keatas seperti teruna-teruni dan mahasiswa.

Baca Juga  Penjabat Bupati Buleleng Resmikan Ambulans Desa Pejarakan

“Kegiatan ini terinspirasi dari keprihatinan kondisi kekinian banyak rumah tangga yang berpisah yang berdampak pada kepincangan pola asuh yang dialami anak-anak,” ujarnya.

Selain itu telah disampaikan hasil kajian para pakar bahwa salah satu penyebab terjadinya stunting adalah akibat pola asuh yang salah. Disamping memang karena faktor-faktor penyebab lain seperti kekurangan gizi, sanitasi tidak sehat serta sebab-sebab yang lain seperti banyaknya pernikahan di usia muda dan ketidaksiapan mental dan fisik serta remaja yang memasuki bahtera rumah tangga yang berdampak pada dilahirkannya anak-anak stunting.

Baca Juga  Ribuan Umat Hadiri Jembrana Bersholawat

Dari data, Kadis Riang menyampaikan jumlah penduduk umur 20 s.d 24 tahun di Buleleng sangat besar yakni laki laki 58. 297 jiwa, perempuan 54.551 jiwa. Untuk di Kecamatan Buleleng telah terdata hampir 9.000 remaja akan kita berikan pembekalan.

Malam ini baru bisa menyasar 100 org melalui media tradisional bondres dan tayangan film keluarga dan selanjutnya akan diberikan pembekalan oleh para narasumber yang berkompeten.

Diharapkan dengan kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan, sikap dan prilaku keluarga serta masyarakat guna mewujudkan keluarga yang berencana dan berkualitas dalam rangka percepatan penurunan stunting. (adv/gb)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments