spot_img
spot_img
BerandaBaliPutri Koster Ajak Tempat Ibadah Terapkan Sistem Teba Modern untuk Tangani Sampah...

Putri Koster Ajak Tempat Ibadah Terapkan Sistem Teba Modern untuk Tangani Sampah Organik

GATRABALI.COM, DENPASAR – Duta Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber Palemahan Kedas (PSBS PADAS), Ibu Putri Suastini Koster, kembali menekankan pentingnya peran aktif seluruh lapisan masyarakat dalam pengelolaan sampah, termasuk di tempat ibadah.

Melalui sosialisasi daring dari Jayasabha, Denpasar, Jumat (30/5/2025), ia menyerukan penerapan sistem pengelolaan sampah organik seperti teba modern di area tempat suci.

Selama enam tahun sejak diberlakukannya Pergub Bali Nomor 47 Tahun 2019, persoalan sampah masih menjadi tantangan berat. Pola lama yang hanya mengandalkan pengangkutan ke TPA tetap dipraktikkan, sehingga menyebabkan penumpukan dan pencemaran.

Baca Juga  Buleleng Perkuat Pendidikan, 503 Guru Penggerak Siap Jadi Agen Perubahan

“Masalah ini tidak akan selesai jika kita tidak mengubah pola pikir. Solusinya dimulai dari kesadaran individu dan gotong royong di lingkungan masing-masing,” ujar Ibu Putri.

Ia mengingatkan bahwa tanggung jawab pengelolaan sampah tidak hanya milik pemerintah, tetapi setiap orang wajib menyelesaikan sampahnya sendiri tanpa membebani desa atau wilayah lain.

“Sampah yang kita hasilkan harus kita kelola sendiri. Jangan biarkan desa lain menjadi korban karena ulah kita,” tegasnya.

Ibu Putri juga menyampaikan tiga solusi sederhana namun efektif: pertama, mengolah sampah dapur menggunakan metode komposter; kedua, memanfaatkan teba modern untuk limbah organik seperti dedaunan dan sisa upacara; dan ketiga, memilah sampah 3R untuk dikirim ke TPS3R atau TPST.

Baca Juga  Putri Koster Apresiasi Pementasan Teater Jaratkaru, Kritikan Sosial Tersirat di Panggung

“Tempat ibadah pun bisa menjadi contoh. Di halaman pura, misalnya, bisa dibangun teba modern. Selain itu, edukasi kepada umat agar tidak meninggalkan sampah di area suci juga penting,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa membakar sampah bukanlah solusi dan justru membahayakan lingkungan serta kesehatan. Karena itu, literasi dan kesadaran tentang pengelolaan sampah berbasis sumber perlu terus diperkuat.

Baca Juga  K3S Badung Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Penyaluran Bantuan bagi Warga Rentan

Sementara itu, Putu Dika Ade Suantara dari Pura Lokananta Lumintang menyampaikan bahwa pura yang ia kelola sudah mulai menerapkan sistem teba modern. Namun, ribuan pura lainnya di Bali belum memiliki sistem pengelolaan sampah yang memadai.

“Kami sudah punya dua teba modern di madya pura. Tapi ini baru langkah awal. Diperlukan konsistensi, pengawasan, serta dukungan dari semua pihak agar pengelolaan sampah bisa berjalan optimal,” tutupnya.(ism/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments