spot_img
spot_img
BerandaBaliBadungSMAN 2 Abiansemal Dipilih Jadi Tuan Rumah Sosialisasi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan ISWMAW...

SMAN 2 Abiansemal Dipilih Jadi Tuan Rumah Sosialisasi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan ISWMAW 2026

GATRABALI.COM, MANGUPURA – SMA Negeri 2 Abiansemal, Badung menjadi tuan rumah kegiatan Kolaborasi dan Studi Banding Pengelolaan Sampah Berkelanjutan, diselenggarakan International Society of Waste Management Air and Water (ISWMAW) bekerja sama dengan SMA Negeri 11 Denpasar.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program edukasi lingkungan yang bertujuan memperkuat kolaborasi antarsekolah sekaligus meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai pentingnya pengelolaan sampah secara berkelanjutan.

Program tersebut merupakan pengembangan dari kegiatan yang pertama kali dilaksanakan di SMA Negeri 11 Denpasar pada tahun 2025.

Memasuki pelaksanaan kedua pada tahun 2026, program diperluas ke tiga sekolah, yakni SMA Negeri 1 Kuta, SMA Negeri 12 Denpasar, dan SMA Negeri 2 Abiansemal sebagai bentuk penguatan jejaring pendidikan serta budaya peduli lingkungan antarsatuan pendidikan.

Kegiatan di SMAN 2 Abiansemal dihadiri oleh seluruh siswa-siswi, kepala sekolah beserta jajaran, Director General ISWMAW, jajaran SMA Negeri 11 Denpasar, serta perwakilan peserta didik dari sekolah tersebut. Rangkaian kegiatan meliputi sosialisasi, studi banding, serta berbagi praktik baik (best practice) dalam pengelolaan lingkungan sekolah.

Baca Juga  Mobil Harmoni untuk Adat Bali, Bupati Jembrana Rampungkan Tahap Kedua Penyerahan Bantuan

Kepala SMAN 2 Abiansemal, I Made Suwardana, S.Pd., M.Pd., mengatakan, apresiasi atas dipilihnya sekolah yang dipimpinnya sebagai salah satu lokasi pelaksanaan program. Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki nilai edukatif yang sangat penting dalam membangun kesadaran peserta didik mengenai pengelolaan sampah yang baik dan benar sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan.

“Melalui sosialisasi ini, kami berharap para siswa tidak hanya memahami pentingnya pengelolaan sampah, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari sehingga terbentuk budaya peduli lingkungan sejak dini,” jelasnya belum lama ini di Abiansemal, Badung.

Kemudian Kepala SMA Negeri 11 Denpasar, I Ketut Suwita, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi kondisi lingkungan SMAN 2 Abiansemal yang menurutnya bersih, hijau, dan tertata dengan baik. Menurut Dirinya, Lingkungan sekolah tersebut mencerminkan keberhasilan dalam menerapkan budaya peduli lingkungan, bahkan memberikan suasana yang nyaman dan asri.

Baca Juga  Nyepi 2026, Operasional Bandara I Gusti Ngurah Rai Dihentikan Sementara

Adapun Materi utama disampaikan oleh Director General Sustainable Development and Circular Economy Research Centre ISWMAW, Prof. Sadhan Khumar Ghosh, Ph.D. (Engg.), menyampaikan konsep pengelolaan sampah berkelanjutan melalui pendekatan yang komunikatif dan interaktif.

Dalam sesi tersebut, para siswa diajak berdiskusi secara langsung sehingga mampu memahami berbagai solusi pengelolaan sampah yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah.

Dalam pemaparannya, Prof. Ghosh menjelaskan, klasifikasi berbagai jenis sampah beserta metode penanganannya.

Dirinya menyebutkan bahwa hampir seluruh barang yang digunakan manusia pada akhirnya akan menjadi sampah. Namun, sampah organik masih dapat diolah melalui proses pengomposan menjadi pupuk yang bermanfaat, sedangkan sampah anorganik dapat didaur ulang sesuai karakteristiknya.

Baca Juga  Aksi Drift Porsche WNA di Nusa Dua Viral, Polisi Ambil Tindakan Tegas

Dirinya menekankan pentingnya penerapan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R) melalui kebiasaan memilah sampah sejak dari sumbernya serta mengoptimalkan pemanfaatan kembali material yang masih memiliki nilai guna.

“Perubahan perilaku dalam mengelola sampah harus dimulai dari lingkungan sekolah sebagai fondasi terbentuknya budaya hidup berkelanjutan,” ucapnya.

Melalui kolaborasi dan studi banding ini, diharapkan kerja sama antara SMA Negeri 11 Denpasar, SMA Negeri 2 Abiansemal, dan ISWMAW semakin erat dalam mengembangkan inovasi pendidikan lingkungan.

Program tersebut diharapkan mampu mencetak generasi muda yang memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan, menjadi pelopor budaya hidup bersih, serta menerapkan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab di sekolah maupun di tengah masyarakat. (gun/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments