Selasa, Juli 16, 2024
BerandaBaliTransformasi Ekonomi Kabupaten Buleleng Melalui Kelembagaan Bersama Satupintu Produksi Pertanian (KBS Pro...

Transformasi Ekonomi Kabupaten Buleleng Melalui Kelembagaan Bersama Satupintu Produksi Pertanian (KBS Pro Tani)

GATRABALI.COM, BULELENG – Kabupaten Buleleng, dengan geografi yang mencakup Nyegara Gunung, terkenal dengan hasil pertanian dan perkebunannya yang memiliki nilai ekonomi dan juga nilai sosial budaya. Meskipun demikian, masih ada beberapa kondisi yang perlu dicarikan solusi.

Dalam menghadapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng melalui Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) tentang Kelembagaan Bersama Satupintu Produksi Pertanian (KBS Pro Tani) untuk mencapai transformasi ekonomi Kabupaten Buleleng. Kegiatan ini dilaksanakan di Hidden Strawberry Garden, Pancasari, pada hari Selasa, tanggal 11 Juli.

Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) mengenai Kelembagaan Bersama Satupintu Produksi Pertanian (KBS Pro Tani). Sumber foto Humas Kominfosanti Buleleng

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian Buleleng, I Made Sumiarta, yang menjelaskan latar belakang proyek perubahan ini, antara lain rendahnya harga komoditas pertanian saat produksi berlimpah, permintaan harga jual yang rendah karena tidak semua petani mampu mengolah hasil produksinya menjadi produk olahan dengan nilai ekonomi lebih tinggi, yang pada akhirnya mengakibatkan margin keuntungan yang sangat kecil atau bahkan kerugian.

Baca Juga  Kanwil DJP Bali Raih Capaian Gemilang, Penerimaan Pajak Tembus Rp3,42 Triliun

Kepala Dinas Sumiarta menjelaskan bahwa program ini akan menjadi solusi bagi masalah petani dengan membentuk sebuah lembaga yang melibatkan kegiatan peningkatan nilai tambah dan daya saing pada produk pertanian melalui pemasaran, pengolahan, pengemasan, dan distribusi, untuk meningkatkan daya saing produk pertanian di pasar.

“Dalam proyek perubahan ini, kita akan memperbaiki masalah dari awal hingga akhir sehingga menghasilkan produk-produk yang memiliki daya saing dan nilai jual yang baik,” jelasnya.

Baca Juga  Kurangi Berkembangnya Nyamuk Virus DBD, Desa Dangin Puri Klod Lakukan Aksi Jumat Bersih

Dengan pemulihan ekonomi Bali pasca pandemi, pihaknya yakin langkah yang diambil oleh Dinas Pertanian ini akan efektif meningkatkan kesejahteraan petani, dengan langkah awal menjadikan Pancasari sebagai proyek percontohan yang akan diterapkan di daerah lain di 9 Kecamatan di Buleleng. Hal ini dikarenakan sektor pertanian ini merupakan sektor pendukung dalam industri pariwisata di Bali.

Kepala Dinas Sumiarta juga menambahkan bahwa dalam waktu dekat, program ini akan melibatkan beberapa stakeholder seperti Perumda Pasar Argha Nayotama dan Perumda Swatantra dalam melakukan MoU atau kerjasama dalam hal pemasaran. Selain itu, dalam jangka panjang, akan dibuat Peraturan Bupati (Perbup) terkait pemanfaatan produk lokal Buleleng.

Baca Juga  Hujan Deras, Senderan Roboh Timpa Merajan di Desa Tista

“Tentu saja, kita akan menjalin kerja sama dalam hal pemasaran dengan Kabupaten lain di Bali melalui bantuan BUMD terkait,” katanya.

Di sisi lain, Made Suarsa, Ketua Kelompok Tani Segening, menyambut baik proyek perubahan yang menjadikan Desa Pancasari sebagai proyek percontohan pertama di Kabupaten Buleleng.

Ia berharap adanya peningkatan daya saing dan kualitas produk pertanian, serta pengembangan pariwisata yang mendukung pelestarian lingkungan atau ekowisata, yang pada akhirnya akan menciptakan lapangan kerja baru di sektor pertanian dan secara tidak langsung meningkatkan taraf hidup petani lokal Buleleng.

“Semua harapan dan aspirasi akan ditampung dan segera diimplementasikan baik oleh pemerintah maupun kelompok tani itu sendiri,” tutupnya. (adv/gatra)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments