spot_img
spot_img
BerandaBaliWabup Jembrana Harap Upacara Mulang Pakelem Digelar Rutin, Jadi Simbol Harmoni Laut

Wabup Jembrana Harap Upacara Mulang Pakelem Digelar Rutin, Jadi Simbol Harmoni Laut

GATRABALI.COM, JEMBRANA – Upacara Segara Kerthi Mulang Pakelem kembali digelar secara khidmat di perairan Selat Bali, Jumat, 25 Juli 2025, bertepatan dengan Tilem Kasa, Sukra Pon Prangbakat.

Upacara sakral ini dipusatkan di Dermaga LCM Gilimanuk dan dipimpin oleh tiga rohaniawan Hindu dari berbagai griya di wilayah Melaya dan Gilimanuk.

Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna yang turut hadir bersama jajaran Forkopimda Jembrana serta tokoh adat mengatakan, upacara ini merupakan ungkapan rasa syukur sekaligus permohonan keselamatan atas berkah laut yang selama ini menopang kehidupan masyarakat pesisir.

Baca Juga  Perayaan Meriah, Wabup Ipat Hadiri Ultah ke-6 Kymco Jembrana Community

“Kita manfaatkan laut untuk pelayaran, untuk melaut, dan banyak hal lainnya. Jadi melalui Mulang Pakelem dan petik laut ini, kita bersyukur sekaligus memohon keselamatan, khususnya bagi masyarakat Gilimanuk dan Ketapang,” ujar Wabup Patriana Krisna.

Upacara dimulai dengan pecaruan di area parkir Dermaga LCM, kemudian dilanjutkan dengan persembahyangan bersama di Pura Segara.

Puncak acara ditandai dengan pelarungan seekor kerbau ke tengah laut menggunakan kapal KMP Agung Samudera IX, sebagai bentuk persembahan suci kepada laut.

Baca Juga  Peringatan Harkitnas ke-116, Wabup Jembrana: Bangun Optimisme Sambut Indonesia Emas 2045

Prosesi ini tak hanya menyatukan elemen masyarakat adat dan pemerintah, namun juga menjadi pengingat pentingnya menjaga keharmonisan dengan alam laut.

Terlebih, peristiwa tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya beberapa waktu lalu menjadi duka yang masih membekas.

“Kita ingin kegiatan seperti ini terus berlanjut. Tapi memang perlu keterlibatan semua pihak, karena biaya cukup besar. Saat ini terlaksana berkat dukungan ASDP dan donatur lainnya,” imbuh Wabup yang akrab disapa Ipat.

Baca Juga  Buleleng Ukir Prestasi Nasional, Transformasi Keuangan Digital Berbuah Pengakuan Pusat

Sementara itu, Gubernur Bali melalui sambutan yang dibacakan Kadis Perhubungan Provinsi Bali, Gde Wayan Samsi Gunarta, menekankan bahwa laut bukan sekadar jalur transportasi, melainkan sumber kehidupan dan spiritualitas.

Oleh karena itu, menjaga kelestariannya adalah kewajiban bersama untuk masa depan generasi mendatang.

Ratusan warga yang hadir dalam upacara ini menunjukkan bahwa tradisi spiritual dan budaya di Jembrana tetap hidup dan menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan alam dan kehidupan masyarakat Bali.(ism/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments