GATRABALI.COM, BANYUWANGI – Upaya pencarian terhadap korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya terus dilakukan secara intensif oleh tim SAR gabungan. Hingga Sabtu pukul 16.00 WIB, pencarian belum membuahkan hasil baru meski dilakukan di laut, udara, dan darat.
Wilayah pencarian laut diperluas hingga radius 20 mil laut di perairan Selat Bali.
Di saat yang sama, tiga SRU udara menyisir dari arah utara ke selatan, sementara SRU darat menyusuri garis pantai Banyuwangi.
Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan BASARNAS, R. Eko Suyatno, dalam keterangan tertulisnya, Minggu,(6/7/2025) mengatakan, pencarian hari keempat dimulai pukul 07.00 WIB. Namun, belum ditemukan tanda keberadaan korban di permukaan.
Pukul 19.00 WIB, tim ahli dari PUSHIDROSAL tiba di lokasi, disusul KRI Fanildo yang dijadwalkan beroperasi pukul 20.00 WIB.
Kapal ini akan melakukan pemindaian dasar laut menggunakan side scan sonar dan magneto meter di sekitar lokasi terakhir kapal terdeteksi, pada kedalaman 40–50 meter.
“Setelah itu, kami turunkan ROV untuk verifikasi visual. Data dari KRI Fanildo akan dikomparasikan dengan hasil pemindaian dari Dinas Navigasi untuk menentukan posisi pasti kapal,” ujarnya.
Dirinya menambahkan bahwa malam ini, tim SAR akan tetap berada di lokasi untuk memantau hasil identifikasi bawah laut dan bersiap menurunkan penyelam bila dibutuhkan.
Dalam konferensi pers di Kantor ASDP Ketapang, Eko juga mengungkapkan bahwa sejumlah barang milik korban telah ditemukan dan akan dianalisis oleh tim forensik POLRI.
Operasi besar ini melibatkan lebih dari 30 unsur SAR dari berbagai instansi, termasuk TNI, POLRI, BASARNAS, PUSHIDROSAL, BMKG, serta dukungan masyarakat nelayan.
“Sejauh ini, 36 korban telah ditemukan: 30 selamat dan 6 meninggal. Namun, 29 orang lainnya masih dinyatakan hilang. Upaya pencarian akan terus dilanjutkan hingga seluruh korban ditemukan,” tutupnya.(gun/gb)





