spot_img
spot_img
BerandaBaliToya Devasya Rayakan Ulang Tahun ke-22 dengan Menggali Sejarah dan Konsep Storynomics

Toya Devasya Rayakan Ulang Tahun ke-22 dengan Menggali Sejarah dan Konsep Storynomics

GATRABALI.COM, BANGLI – Toya Devasya, destinasi wisata terkemuka di Kintamani, merayakan ulang tahun ke-22 dengan merangkai narasi sejarahnya yang kaya.

Pendiri Toya Devasya, I Ketut Mardjana, mengungkapkan bahwa pencapaian ini merupakan bukti eksistensi Toya Devasya sebagai tujuan wisata yang unik dengan permandian air hangat di Geopark Batur Kintamani.

“Usia 22 tahun ini akan menjadi cerita indah bagi anak cucu,” ujar Mardjana saat perayaan 22 Tahun Toya Devasya pada Jumat 19 Juli 2024.

Perayaan ini juga menandai pengenalan konsep baru, storinomics, yang menggabungkan cerita dan ekonomi untuk meningkatkan pariwisata melalui wisata narasi. Dee Lestari, seorang penulis terkenal, menyatakan bahwa kunjungan perdananya ke Toya Devasya memberikan kesan mendalam.

Baca Juga  Dari Layanan Medis hingga Aksi Lingkungan, RSU Negara Warnai HUT ke-91 dengan Kepedulian Nyata

“Dalam profesi saya, cerita memiliki kekuatan yang luar biasa. Sebuah perjuangan bangsa saja bisa digerakkan oleh cerita, apalagi pariwisata,” kata Dee.

Di era media sosial, narasi memegang peranan penting. “Caption itu cerita,” tambah Dee. Ia juga menekankan bahwa storinomics baru diungkapkan sekarang karena potensi besar yang dimiliki Toya Devasya.

“On the right track,” tegasnya.

talkshow storynomics di toya devasya kintamani bangli. sumber foto : gus/gb

Niluh Djelantik, tokoh daerah yang lahir di Batur, mengungkapkan bahwa Toya Devasya menarik ratusan pelanggan setiap hari.

Baca Juga  HUT ke-22 Toya Devasya, Hadirkan Wisata Narasi dan Inovasi Digital di Kintamani

“Jika infrastruktur tidak bagus, otomatis mempengaruhi wisatawan. Bagaimana Toya Devasya menjadi lebih besar dan indah, menjaga cerita itu seperti ‘Eat, Pray, Love’ yang menjadi buku sejarah,” ujarnya.

Andre Syahreza, seorang penulis, menjelaskan bahwa storinomics pariwisata menggabungkan cerita dengan kebenaran emosional.

“Cerita rakyat lebih ke kebenaran cerita rakyat, belum tentu faktual. Itu yang menggerakkan pariwisata,” katanya.

Menurut Andre, Kintamani memiliki potensi narasi cinta yang kuat, seperti Kerajaan Bali tertua, Kerajaan Balingkang, yang memiliki sejarah perkawinan dengan Tiongkok.

Baca Juga  Gelora Anak Buleleng 2025, Anak Buleleng Bersatu untuk Perubahan

“Pariwisata di Kintamani belum mengemas cerita ini menjadi daya tarik. Potensi ini bisa dikemas dalam wisata storinomics, termasuk Toya Devasya,” tambahnya.

Konsep storinomics ini dirangkum dalam sebuah buku novel yang dibagikan pada acara HUT Toya Devasya ke-22. Buku ini menggabungkan profil perusahaan dengan cerita menarik, memberikan pengalaman unik bagi para pembaca dan pengunjung.

Dengan narasi yang kuat dan konsep storinomics yang matang, Kintamani siap menjadi destinasi wisata narasi yang menarik bagi wisatawan lokal maupun internasional. (gus/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments