GATRABALI.COM, DENPASAR – Duta PSBS PADAS (Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber Palemahan Kedas) Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, menyerukan keterlibatan aktif mahasiswa Universitas Udayana (UNUD) dalam upaya besar menata ulang pengelolaan sampah di Bali.
Seruan tersebut disampaikan saat menjadi pembicara dalam webinar bertema “Percepatan Penanganan Sampah Plastik Sekali Pakai” yang diselenggarakan LPPM UNUD secara daring dari Jayasabha, Selasa (8/7/2025).
Di hadapan ribuan mahasiswa yang akan mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun ini, Putri Koster menyampaikan bahwa permasalahan sampah di Bali sudah memasuki kondisi darurat. Ia menyoroti kondisi TPA Suwung yang selama 41 tahun menjadi penampung limbah dari Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan.
“TPA Suwung bukan lagi solusi. Kita perlu berpikir ulang dan mulai mengubah cara kita memperlakukan sampah. Solusinya adalah pemilahan dari hulu, dari rumah tangga,” tegasnya.
Putri Koster menekankan, mahasiswa UNUD yang akan terjun ke desa-desa memiliki peran strategis dalam menyosialisasikan praktik pemilahan sampah kepada masyarakat. Dengan mendidik warga desa memilah sampah organik dan anorganik, mereka turut menciptakan perubahan perilaku yang berkelanjutan.
“Sebagian besar sampah kita adalah organik, dan itu sebenarnya bisa diolah langsung di rumah. Cukup dengan lubang komposter, sampah dapur bisa menjadi pupuk. Sedangkan sampah plastik, logam, dan kaca bisa dipilah untuk didaur ulang atau dijual,” jelasnya.
Langkah ini, katanya, menjadi semakin penting karena mulai Agustus 2025, TPA Suwung tidak akan lagi menerima sampah organik, dan direncanakan ditutup permanen pada Desember 2025.
“Kita tidak lagi bisa hanya mengandalkan petugas kebersihan. Semua warga harus ambil bagian, termasuk rumah tangga, industri, hingga dunia pendidikan. Kalau bukan kita, siapa lagi?” ujar Putri Koster menegaskan.
Dalam sesi yang sama, Guru Besar UNUD Prof. Yenni Ciawi turut membekali mahasiswa dengan prinsip dasar pemilahan sampah, yakni memilah sejak awal, membuang pada tempat yang sesuai, serta tidak mencampurkan sampah yang sudah terpisah.
“Kalau sampah dicampur, nilainya hilang. Tapi kalau dipilah sejak dari sumber, sampah justru bisa jadi sumber daya,” katanya.
Webinar ini menjadi bagian dari strategi memperluas kampanye pengelolaan sampah berbasis masyarakat, sekaligus mendorong generasi muda untuk memainkan peran nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan Bali.
Tag:
#PutriKoster #KKNUNUD2025 #PemilahanSampah #BaliBersih #PSBSPADAS #TPASuwung #MahasiswaPeduliSampah #LingkunganHidup #KomposterRumah #SampahOrganik #ZeroWasteBali
Perlu versi yang lebih singkat, bernuansa feature, atau difokuskan untuk media kampus? Saya bisa bantu sesuaikan.


