GATRABALI.COM, JAKARTA – Pemerintah Kota Denpasar terus mematangkan persiapan sebagai tuan rumah CityNet Executive Committee Meeting Asia-Pacific 2025 yang akan digelar akhir Oktober mendatang.
Persiapan tersebut dibahas dalam rapat kerja nasional CityNet yang berlangsung di The Akmani Hotel Jakarta, Kamis, 9 Oktober 2025, dihadiri oleh Wakil Wali Kota Denpasar Kadek Agus Arya Wibawa bersama perwakilan dari 11 kota anggota CityNet Indonesia.
Agenda rapat kerja ini membahas detail teknis pelaksanaan kegiatan internasional tersebut, mulai dari jadwal kedatangan peserta pada 25 Oktober, pembukaan acara pada 26 Oktober di Bali Beach Convention Center, hingga kegiatan knowledge sharing dan perayaan Sustainable Development Goals (SDGs) pada 27 Oktober.
Rangkaian kegiatan juga akan diakhiri dengan kunjungan ke sejumlah destinasi budaya dan proyek pembangunan berkelanjutan di Kota Denpasar.
Deputy Secretary General CityNet Asia-Pacific, Aisia Tobing, dalam pembukaannya menekankan pentingnya kolaborasi antaranggota National Chapter Indonesia (NCI) untuk memperkuat posisi Indonesia di kancah Asia-Pasifik.
“Ajang ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama antar kota anggota CityNet NCI dan memperluas peran Indonesia dalam kegiatan CityNet di kawasan Asia-Pasifik,” ujar Aisia.
Presiden CityNet NCI 2025–2029 sekaligus Wali Kota Tomohon, Caroll Senduk, menambahkan bahwa kegiatan di Kota Denpasar akan fokus pada penguatan organisasi dan sekretariat, pertukaran ilmu antarkota, serta peningkatan keterlibatan anggota baru.
“CityNet Denpasar akan menjadi wadah strategis untuk memperkuat jaringan dan inovasi antarkota dalam membangun kawasan yang lebih berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Denpasar Arya Wibawa dalam sambutannya menegaskan kesiapan Denpasar menjadi tuan rumah sekaligus tuan rumah yang membawa pesan kuat melalui tema “Membangun Harmoni yang Berakar pada Kearifan Lokal.”
“Kota Denpasar ingin menunjukkan bahwa pembangunan modern dapat berjalan seiring dengan pelestarian nilai budaya dan kearifan lokal. Inilah wajah Denpasar sebagai kota modern yang inklusif, adaptif, ramah lingkungan, dan bertransformasi digital tanpa meninggalkan warisan budaya,” ujar Arya Wibawa.
Ia juga menjelaskan bahwa peserta CityNet akan diajak menyaksikan langsung harmonisasi budaya dan modernisasi di Puri Agung Jro Kuta, salah satu ikon Denpasar yang merepresentasikan nilai-nilai adat dalam tata kelola pemerintahan modern.
“Kami telah mempersiapkan seluruh aspek kegiatan dengan matang. Kota Denpasar siap menyambut seluruh peserta dan menunjukkan praktik terbaik pembangunan berbasis budaya,” tambahnya.
Dalam rapat kerja ini, Arya Wibawa didampingi oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Adi Mertha.
Dengan menjadi tuan rumah CityNet Executive Committee Meeting Asia-Pacific 2025, Denpasar diharapkan mampu memperkuat posisinya sebagai kota kreatif dan berkelanjutan, sekaligus menjadi contoh nyata bagaimana kearifan lokal dapat menjadi fondasi bagi pembangunan modern yang harmonis.(ri/gb)





