spot_img
spot_img
BerandaBaliRai Wahyuni Sanjaya Kukuhkan Komitmen PSBS, Dorong Kader PKK Jadi Teladan Lingkungan

Rai Wahyuni Sanjaya Kukuhkan Komitmen PSBS, Dorong Kader PKK Jadi Teladan Lingkungan

GATRABALI.COM, TABANAN – Upaya menata lingkungan yang bersih dan berkelanjutan terus digalakkan oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten Tabanan.

Pada senin (20/10/2025), Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, membuka secara resmi kegiatan Sosialisasi Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) dan Pembatasan Plastik Sekali Pakai (PSP) di Ruang Rapat Utama Jayaning Singasana, Kantor Bupati Tabanan.

Kegiatan yang menggandeng berbagai perangkat daerah, Ketua TP PKK Kecamatan, serta perwakilan TP PKK Desa se-Kabupaten Tabanan ini menjadi bagian dari langkah nyata mendukung gerakan Bali Bersih. Melalui sosialisasi ini, PKK Tabanan berupaya memperkuat kesadaran masyarakat bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil di rumah tangga masing-masing.

Baca Juga  TPS3R Anturan Resmi Beroperasi, Pemkab Buleleng Dorong Perubahan Perilaku Masyarakat Kelola Sampah

Dalam arahannya, Bunda Rai Wahyuni menekankan bahwa pengelolaan sampah adalah tanggung jawab kolektif yang berakar dari kesadaran individu.

“Masalah sampah tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah. Dibutuhkan kerja sama lintas sektor dan perubahan pola pikir masyarakat. Karena itu, pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah kita sendiri,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa rumah tangga menjadi penyumbang terbesar timbulan sampah di Bali, dengan total sekitar 3.463 ton per hari. Untuk itu, para kader PKK diharapkan tidak hanya mengedukasi masyarakat, tetapi juga menjadi contoh nyata dalam memilah dan mengelola sampah sesuai prinsip PSBS.

Lebih lanjut, Bunda Rai menjelaskan bahwa sampah organik dan anorganik harus dipilah dan ditangani dengan cara berbeda. Sampah organik dapat dimanfaatkan melalui pembuatan kompos, baik dengan komposter, teba modern, maupun teba alami, sementara sampah anorganik 3R (Reduce, Reuse, Recycle) bisa dikelola di TPS3R agar memiliki nilai ekonomi. Adapun residu diarahkan ke TPST untuk diproses sesuai standar lingkungan.

Baca Juga  Inovasi Hijau, Kominfosanti Buleleng Ubah Sampah Jadi Barang Bernilai Guna

Sebagai bukti komitmen, PKK Tabanan telah menyalurkan 2.000 lubang dan penutup biopori ke seluruh kecamatan. Gerakan ini merupakan bagian dari langkah konkret mendukung program PSBS sekaligus memperkuat budaya bersih di lingkungan keluarga dan masyarakat.

“Melalui PKK, kita ingin membangun gerakan dari bawah—dari desa, banjar, hingga rumah tangga. Kalau setiap keluarga bisa mengelola sampahnya sendiri, maka persoalan besar ini akan jauh lebih mudah diatasi,” jelasnya.

Baca Juga  Putri Koster Apresiasi Sekolah Peduli Sampah, SMA Negeri 1 Seririt Tampilkan Inovasi Nyata

Dalam kesempatan yang sama, Tabanan juga mengumumkan partisipasinya dalam Lomba PSBS tingkat Provinsi Bali, dengan melibatkan lima SD dan lima SMP sebagai duta praktik terbaik pengelolaan sampah sekolah.

Menutup kegiatan, Bunda Rai mengajak seluruh elemen masyarakat mendukung gerakan “Padas” (Palemahan Kedas Desaku Bersih) dan konsep “Desa Tidak Mengotori Desa Lain”. Menurutnya, kesadaran ekologis harus tumbuh dari nilai-nilai lokal yang diwariskan masyarakat Bali.

“Kalau kita semua mulai dari hal kecil, dari rumah masing-masing, maka Tabanan bisa jadi contoh nyata gerakan Bali Bersih,” pungkasnya penuh semangat.(ri/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments