spot_img
spot_img
BerandaBaliSeminar Bedah Buku Usada Bali Menegaskan Peran Kearifan Lokal dalam Pembangunan Kesehatan...

Seminar Bedah Buku Usada Bali Menegaskan Peran Kearifan Lokal dalam Pembangunan Kesehatan Berkelanjutan

GATRABALI.COM, BULELENG – Seminar Bedah Buku Sistem Pengobatan Tradisional Berbasis Aksara Bali kembali menegaskan pentingnya pendekatan kesehatan holistik yang berpijak pada kearifan lokal Bali.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Rektorat Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja, Rabu, 14 Januari 2026, ini dihadiri oleh perwakilan pemerintah daerah dan provinsi, akademisi, tokoh budaya, serta pemerhati kesehatan dari berbagai kalangan.

Mewakili Bupati Buleleng, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng Drs. I Nyoman Wisandika menekankan bahwa pemahaman kesehatan tidak dapat dipisahkan dari dimensi nonfisik.

Baca Juga  Mati Mesin di Tanjakan, Truk Fuso Tabrak Tiga Kendaraan di Jalur Denpasar Gilimanuk

Ia menyampaikan bahwa kesehatan sejati lahir dari keseimbangan antara tubuh, pikiran, emosi, hubungan sosial, dan spiritualitas.

“Berbicara mengenai kehidupan kesehatan individu, tidak hanya berkaitan dengan kesehatan fisik saja, tetapi juga menyangkut kesehatan mental, emosional, sosial, dan spiritual,” jelasnya.

Lebih lanjut, Wisandika menegaskan bahwa filosofi Tri Hita Karana menjadi rujukan utama dalam membangun kesehatan masyarakat Bali. Harmoni hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan dipandang sebagai pondasi kesejahteraan yang berkelanjutan.

Pemerintah Kabupaten Buleleng, lanjutnya, mendukung pengembangan sistem pengobatan tradisional Bali agar dapat terus hidup dan beradaptasi secara profesional dalam layanan kesehatan.

Baca Juga  Pj. Gubernur Bali dan Kapolda Bahas Upaya Penanganan Wisman Berulah di Bali

Dukungan serupa disampaikan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama Republik Indonesia. Prof. I Nengah Duija, M.Si., menyebut seminar bedah buku ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat literasi budaya dan spiritual masyarakat Bali. Menurutnya, sistem pengobatan tradisional berbasis aksara dan sastra Bali mengandung nilai luhur yang relevan untuk menjawab tantangan kesehatan masa kini.

Sementara itu, Gubernur Bali yang diwakili Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Dr. dr. I Nyoman Gede Anom, M.Kes., menegaskan bahwa pendekatan kesehatan berbasis budaya lokal sejalan dengan visi pembangunan kesehatan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan.

Baca Juga  Kejuaraan Tenis Meja HUT ke-420 Kota Singaraja Melibatkan Lebih Banyak Instansi dan Peserta

Ia menilai forum ilmiah seperti seminar ini penting untuk mempertemukan pemangku kepentingan lintas sektor guna merumuskan pengembangan pengobatan tradisional Bali yang adaptif, aman, dan profesional.

Melalui seminar bedah buku ini, para peserta diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai sistem pengobatan tradisional Bali, sekaligus mendorong sinergi antara warisan pengetahuan leluhur dengan sistem kesehatan modern demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat Bali.(adv/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments