GATRABALI.COM, JEMBRANA – Upaya menekan volume sampah terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Jembrana dengan mendorong pengelolaan limbah langsung dari tingkat rumah tangga.
Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, menerbitkan surat imbauan tentang pengolahan sampah organik berbasis sumber.
Langkah ini menitikberatkan penerapan metode “Teba Modern”, yakni pengembangan dari sistem teba tradisional yang disesuaikan dengan kondisi lahan sempit di kawasan permukiman. Sementara masyarakat yang masih memiliki lahan luas tetap diarahkan memanfaatkan teba konvensional.
Kebijakan tersebut diambil menyusul meningkatnya volume sampah harian, di mana lebih dari 60 persen merupakan sampah organik yang selama ini membebani tempat pembuangan akhir (TPA).
Pemerintah juga menginstruksikan masyarakat agar mulai memilah sampah dari rumah, khususnya memisahkan sampah organik dan anorganik. Aparat lingkungan seperti kelian dinas dan kepala lingkungan turut dilibatkan untuk mengawal pelaksanaan kebijakan ini, termasuk kewajiban pelaporan dalam waktu maksimal empat minggu.
“Kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan TPA yang kapasitasnya makin terbatas. Teba Modern adalah jawaban bagi masyarakat urban / perkotaaan dengan lahan sempit. Cukup satu lubang kecil di sudut halaman, masalah sampah sisa dapur selesai tanpa bau dan tanpa lalat, dan hasinya bisa dijadikan pupuk kompos yang bernilai,” ujar Bupati Kembang pada Sabtu (25/4/2026).
Sebagai langkah awal, seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Jembrana diwajibkan menjadi contoh dengan menerapkan sistem Teba Modern atau komposter di rumah masing-masing.
Secara teknis, Teba Modern menggunakan sistem lubang biopori besar atau buis beton yang ditanam di tanah dan dilengkapi penutup, sehingga proses penguraian sampah berlangsung lebih higienis tanpa menimbulkan bau maupun lalat. Bagi warga dengan keterbatasan ruang, penggunaan tong komposter atau compost bag juga menjadi alternatif.
Program ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah secara mandiri dan berkelanjutan.
“Mari jadikan pengolahan sampah sebagai gaya hidup baru. Jangan biarkan sampah keluar rumah sebelum dipilah, karena melalui Teba Modern, kita sedang menabung kesuburan tanah untuk masa depan anak cucu kita,” tegas Bupati Kembang Hartawan.(ism/gb)


