GATRABALI.COM, DENPASAR – Pemerintah Provinsi Bali terus memperkuat hubungan kerja sama dengan Republik Rakyat Tiongkok dalam berbagai sektor strategis.
Hal tersebut terlihat dalam pertemuan antara Gubernur Bali, Wayan Koster, dengan Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Denpasar, H.E. Zhang Zhisheng, Kamis, 14 Mei 2026 petang di Kediaman Resmi Konsulat Jenderal Tiongkok di Denpasar.
Pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda penting, mulai dari pengembangan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), peningkatan investasi, keamanan warga negara asing, digitalisasi Bali, hingga peluang ekspor produk pertanian Bali ke pasar Tiongkok.
Dalam kesempatan itu, Konjen Zhang Zhisheng mengapresiasi perkembangan pembangunan Bali selama beberapa tahun terakhir. Ia mengaku melihat perubahan signifikan di sejumlah wilayah, terutama pada infrastruktur jalan dan fasilitas publik.
“Saya melihat perubahan yang sangat baik. Jalan dan berbagai fasilitas berkembang pesat. Saya juga sempat ke Buleleng. Tahun 2024 saya mengunjungi Ubud dan beberapa tempat lain, saat itu jalannya masih cukup rusak. Sekarang banyak perkembangan positif yang terlihat nyata,” ujar Zhang.
Ia menilai kepemimpinan Gubernur Koster membawa dampak positif bagi Bali, termasuk dalam menjaga stabilitas keamanan dan penanganan kasus yang melibatkan warga negara Tiongkok.
“Kasus-kasus yang menimpa warga Tiongkok juga dapat diselesaikan dengan baik. Dari kami yang bergerak di bidang diplomasi, saya melihat banyak hasil nyata dari kepemimpinan Pak Gubernur selama ini,” katanya.
Dalam pembahasan proyek PSEL, Zhang menyatakan dukungan penuh terhadap pembangunan fasilitas pengolahan sampah modern di Bali yang akan dikerjakan bersama perusahaan asal Tiongkok, Zhejiang Weiming.
Menurutnya, proyek tersebut menjadi langkah penting dalam mengatasi persoalan sampah sekaligus mendukung kebutuhan energi di Bali.
“Saya pastikan investor Zhejiang Weiming yang menggarap proyek PSEL ini profesional dan memiliki pengalaman sukses di berbagai tempat. Kami juga memastikan seluruh proses mematuhi aturan hukum yang berlaku di Bali,” tegasnya.
Selain sektor lingkungan, Zhang juga menyampaikan ketertarikan Tiongkok terhadap pengembangan ekonomi kreatif, pertanian, perikanan, dan transformasi digital di Bali. Ia menyebut komoditas buah asal Bali seperti manggis dan salak memiliki peluang pasar yang sangat besar di Tiongkok.
“Manggis Bali memiliki potensi ekspor yang sangat besar ke Tiongkok. Salak juga sangat diminati, bahkan masih kekurangan pasokan. Rasanya khas dan sangat disukai masyarakat Tiongkok,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Koster menegaskan Bali mendukung penguatan hubungan Indonesia dan Tiongkok yang terus dibangun pemerintah pusat. Menurutnya, hubungan Bali dengan Tiongkok memiliki kedekatan historis dan budaya yang sudah berlangsung lama.
“Di sejumlah tempat suci di Bali ada pemujaan terhadap dewa-dewi Tiongkok. Secara kultural, masyarakat Bali yang beragama Hindu memiliki nilai-nilai yang cukup mirip dengan budaya Tiongkok,” ujar Koster.
Koster juga memastikan proyek PSEL Bali terus berjalan sesuai target. Ia menyebut proses administrasi dan pematangan lahan sedang berlangsung dan ditargetkan selesai pada akhir Juni 2026 sebelum peletakan batu pertama dilakukan pada Juli mendatang.
“Karena ini pertama kali adanya PSEL berteknologi tinggi di Bali, saya mengawasi ketat seluruh prosesnya. Sesuai rencana, pengerjaan berlangsung selama 15 bulan dan ditargetkan selesai pada Oktober 2027,” jelasnya.
Selain pembangunan pengelolaan sampah modern, Pemprov Bali juga terus mempercepat pembangunan infrastruktur dan penguatan sistem keamanan untuk mendukung Bali sebagai destinasi wisata dunia yang aman dan nyaman.
Di akhir pertemuan, Koster mengaku mengagumi perkembangan Tiongkok yang dinilainya berhasil menjadi salah satu negara paling maju di dunia dalam bidang teknologi dan industri.
“Saya mengikuti perkembangan Tiongkok hingga sekarang menjadi negara yang sangat progresif. Tiongkok bagi kami menjadi panduan dalam membangun. Secara pribadi saya sangat mengagumi sosok Deng Xiaoping,” kata Koster.(ism/gb)





