spot_img
spot_img
BerandaBaliBuleleng Raih Kalpataru, Komang Astika Sulap Laut Pemuteran Jadi Model Ekonomi Biru

Buleleng Raih Kalpataru, Komang Astika Sulap Laut Pemuteran Jadi Model Ekonomi Biru

GATRABALI.COM, BULELENG – Kiprah Kabupaten Buleleng dalam menjaga kelestarian lingkungan kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional. Melalui program restorasi terumbu karang berbasis teknologi Biorock yang dikembangkan di Desa Pemuteran, Buleleng berhasil meraih penghargaan Kalpataru setelah melalui persaingan dengan lebih dari 200 peserta dari seluruh Indonesia.

Penghargaan yang diserahkan di Jakarta pada Kamis (11/6/2026) tersebut menjadi bukti bahwa upaya pelestarian lingkungan yang dijalankan masyarakat bersama pemerintah mampu memberikan dampak nyata bagi keberlanjutan ekosistem laut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Buleleng, I Gede Putra Aryana, menyampaikan rasa bangganya atas capaian tersebut. Menurutnya, penghargaan itu dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain untuk turut aktif menjaga lingkungan, khususnya kawasan pesisir dan laut.

Baca Juga  Antusias Warga Bengkala Sambut Janji Koster-Giri Tuntaskan Aspirasi Krama Bali

“Penghargaan ini menjadi contoh sekaligus katalisator agar daerah lain, khususnya di Buleleng, turut bergerak dalam pelestarian lingkungan, terutama ekosistem laut. Kami sangat bangga dengan dedikasi Bapak Komang Astika dan tim di Pemuteran,” ujar I Gede Putra Aryana.

Keberhasilan itu tidak terlepas dari penerapan teknologi Biorock yang dikembangkan oleh Komang Astika. Teknologi tersebut dirancang untuk mempercepat pertumbuhan terumbu karang dengan memanfaatkan arus listrik bertegangan rendah.

Dalam penerapannya, sistem Biorock menggunakan anoda berbahan titanium dan katoda dari besi. Kedua komponen tersebut dipasang pada struktur bawah laut yang dirancang menyerupai kubah atau bunga lotus.

Baca Juga  Atap Milik Warga Sampai Terbang, Gerokgak Diterjang Angin Puting Beliung

“Dengan mengalirkan listrik tegangan rendah ke struktur besi yang dibentuk menyerupai bunga lotus atau kubah, terjadi reaksi kimia yang menyebabkan mineral kapur (kalsium karbonat) mengendap pada struktur tersebut,” jelas Komang.

Endapan mineral yang terbentuk kemudian menjadi media yang kuat dan ideal bagi pertumbuhan karang. Kondisi tersebut membantu mempercepat perkembangan terumbu karang sekaligus menciptakan habitat yang lebih baik bagi berbagai jenis ikan dan organisme laut lainnya.

Komang mengungkapkan, lahirnya inovasi tersebut berangkat dari kondisi perairan Pemuteran yang sempat mengalami kerusakan cukup berat. Faktor seperti perubahan iklim global, penangkapan ikan dengan bahan peledak, hingga penggunaan potasium menjadi penyebab menurunnya kualitas ekosistem laut di kawasan itu.

Baca Juga  Hadiri Munas VII APEKSI, Wali Kota Jaya Negara Soroti Pentingnya Sinergi Kota dalam Pembangunan Nasional

Berbekal komitmen konservasi yang dilakukan secara konsisten, kawasan laut Pemuteran perlahan pulih. Restorasi menggunakan teknologi Biorock disebut telah berhasil memperbaiki area terumbu karang seluas sekitar dua hektare.

Selain berdampak pada pemulihan lingkungan, program tersebut juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat pesisir melalui pengembangan sektor wisata bahari dan konsep ekonomi biru yang berkelanjutan.

“Keberhasilan ini tidak hanya mengembalikan keindahan bawah laut, tetapi juga menjadi model keberlanjutan ekonomi biru bagi masyarakat pesisir di Indonesia” tutup Komang. (adv/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments