GATRABALI.COM, DENPASAR – Antusiasme modifikator Bali dalam mengikuti Honda Modif Contest (HMC) 2026 mendapat perhatian khusus dari penyelenggara.
Pada putaran pembuka yang digelar di Denpasar, Sabtu (8/8/2026), jumlah peserta berhasil melampaui target dengan total 187 unit sepeda motor modifikasi yang turut ambil bagian.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 147 peserta bertarung di berbagai kelas utama, sementara 41 peserta lainnya mengikuti kategori showcase. Para peserta datang dari berbagai kabupaten dan kota di Bali, mulai dari modifikator perorangan, bengkel umum, custom garage profesional hingga komunitas pecinta Honda.
Region Head Astra Motor Bali, Darma Wijaya, mengatakan tingginya partisipasi peserta menunjukkan besarnya minat masyarakat Bali terhadap dunia modifikasi sekaligus menjadi bukti bahwa kreativitas modifikator lokal terus berkembang.
“Kami sebagai main dealer akan memanfaatkan momen ini untuk konsumen di Bali lebih bisa mengeluarkan kreativitasnya sehingga nanti di final kita dapat menunjukkan yang terbaik,” ujar Darma.
Menurutnya, kepercayaan yang kembali diberikan kepada Bali sebagai seri pembuka HMC menjadi kesempatan bagi para modifikator lokal untuk menunjukkan kualitas karya mereka di hadapan juri nasional dan pecinta modifikasi dari berbagai daerah.
Selain jumlah peserta yang meningkat, gelaran HMC 2026 Bali juga memperlihatkan tren modifikasi yang berkembang di kalangan pecinta roda dua. Honda Stylo menjadi salah satu model yang paling banyak dimodifikasi oleh peserta, seiring meningkatnya popularitas gaya Skuter Kalcer di kalangan anak muda.
Darma menyebut tingginya jumlah peserta yang menggunakan basis Honda Stylo menunjukkan bahwa sepeda motor Honda memiliki potensi besar untuk dikembangkan sesuai karakter dan kreativitas pemiliknya.
“Kita ingin mengedukasi customer bahwa Honda sangat mudah untuk dimodifikasi dan hasilnya sangat baik sehingga kita membuka peluang selebar-lebarnya untuk konsumen kami agar bisa menampilkan karya-karya terbaiknya,” katanya.
Sementara itu, Pelaksana Program HMC 2026, Aan Fikriyan, menilai karakter modifikasi di Bali memiliki daya tarik tersendiri. Menurutnya, para modifikator Pulau Dewata selalu menghadirkan konsep yang segar dan mengikuti perkembangan gaya hidup masyarakat.
“Di sesi technical meeting peserta menyampaikan bahwa kalau tidak turun dengan gaya yang baru, lebih baik menonton saja. Jadi karya yang muncul dari Bali itu selalu karya yang segar dan baru,” ujar Aan.
Ia menjelaskan tren modifikasi saat ini tidak lagi hanya berfokus pada perubahan teknis atau performa kendaraan. Banyak modifikator mulai mengedepankan aspek gaya hidup, estetika, dan kenyamanan penggunaan sehari-hari sehingga konsep-konsep seperti Skuter Kalcer dan Matic Proper semakin diminati.
“Sekarang bicara modifikasi tidak hanya engineering yang berat semata, tetapi banyak yang berpikir tentang gaya yang makin dilirik atau diikuti orang. Karena itu tren daily use lifestyle menjadi semakin kuat,” jelasnya.
Dengan jumlah peserta yang melampaui target serta beragam konsep modifikasi yang ditampilkan, HMC 2026 Seri Bali diharapkan mampu menjadi tolok ukur bagi penyelenggaraan seri-seri berikutnya di berbagai kota di Indonesia sekaligus membuka peluang lebih besar bagi modifikator Bali untuk bersaing di tingkat nasional.(ri/gb)



