GATRABALI.COM, DENPASAR – Kepercayaan yang kembali diberikan kepada Bali sebagai tuan rumah putaran pembuka Honda Modif Contest (HMC) 2026 tidak lepas dari kreativitas para modifikator lokal yang dinilai konsisten menghadirkan karya-karya segar dan inovatif.
Karakter tersebut menjadi salah satu pertimbangan PT Astra Honda Motor (AHM) dalam membuka rangkaian HMC 2026 dari Pulau Dewata.
Pelaksana Program HMC 2026, Aan Fikriyan, mengatakan modifikator Bali memiliki semangat kuat untuk terus menghadirkan konsep baru dalam setiap kompetisi. Bahkan, menurutnya, para peserta menyadari bahwa persaingan dalam dunia modifikasi semakin ketat sehingga dibutuhkan ide dan pendekatan yang berbeda untuk menarik perhatian juri maupun pengunjung.
“Di sesi technical meeting peserta menyampaikan jika tidak turun dengan gaya yang baru, lebih baik menonton saja. Jadi akhirnya ini selaras dengan program Astra Motor Bali bahwa karya yang muncul dari Bali itu selalu karya yang segar dan baru sehingga ketika dipilih menjadi seri pembuka, AHM berharap agar bisa menjadi standar yang tinggi,” ujar Aan.
Menurutnya, semangat untuk terus berinovasi tersebut menjadi salah satu kekuatan modifikator Bali. Berbagai karya yang ditampilkan tidak hanya mengedepankan estetika, tetapi juga menunjukkan perkembangan tren modifikasi yang mengikuti kebutuhan dan gaya hidup penggunanya.
Aan menjelaskan bahwa perkembangan dunia modifikasi saat ini tidak lagi semata-mata berfokus pada perubahan tampilan ekstrem atau peningkatan performa kendaraan. Banyak modifikator mulai menggabungkan unsur fungsi, kenyamanan berkendara, serta gaya hidup ke dalam konsep yang mereka bangun.
“Perjalanan modifikasi motor itu tidak hanya memasukkan corak atau unsur saja ke dalam motor, tetapi dari sisi gaya, kebutuhan berkendara, dan gaya hidup. Itu yang membuat karya-karya modifikasi terus berkembang,” katanya.
Ia menambahkan, karakter modifikasi Bali juga memiliki ciri tersendiri yang membuatnya mudah dikenali. Jika sebelumnya identitas budaya sering menjadi elemen utama dalam sebuah karya, kini karakter tersebut lebih banyak tercermin melalui konsep, detail pengerjaan, hingga pendekatan desain yang digunakan.
“Sekarang dalam kreativitas itu bahkan ketika hanya painting polos maupun plug and play, orang sudah tahu bahwa itu modifikasi Bali,” ujar Aan.
Selain dikenal kreatif, para modifikator Bali juga dinilai memiliki kemampuan untuk mengikuti perkembangan tren yang sedang berkembang di dunia modifikasi nasional. Hal tersebut terlihat dari berbagai konsep yang dihadirkan peserta dalam HMC 2026 Seri Bali, mulai dari gaya Skuter Kalcer hingga Matic Proper yang saat ini tengah diminati kalangan pecinta roda dua.
Meski menjadi seri pembuka, Aan menilai peluang modifikator Bali untuk bersaing hingga tingkat nasional tetap terbuka lebar. Namun, ia mengingatkan bahwa persaingan pada HMC 2026 akan berlangsung sangat kompetitif karena setiap daerah memiliki karakter dan kekuatan masing-masing.
“Potensi Bali menjuarai HMC 2026 tentu ada. Kami optimistis sebagai seri pembuka, semoga modifikator Bali dapat membaca lawan karena setelah ini ada kompetisi yang sangat ketat di berbagai kota lainnya,” katanya.
Dengan kreativitas yang terus berkembang dan keberanian menghadirkan konsep-konsep baru, modifikator Bali diharapkan mampu kembali menunjukkan kualitasnya sepanjang rangkaian HMC 2026 hingga babak Final Battle yang akan digelar di Surabaya.(ri/gb)



