GATRABALI.COM, MANGUPURA – Pembinaan anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Badung Tahun 2026 tidak hanya berfokus pada kesiapan fisik dan kemampuan baris-berbaris.
Menjelang pelaksanaan upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, para anggota juga mendapat penguatan karakter serta edukasi mengenai bahaya narkoba.
Hal tersebut terlihat dalam kegiatan prosesi potong rambut yang dirangkaikan dengan penyuluhan dan sosialisasi pencegahan penyalahgunaan narkoba di Hotel Made Bali, Rabu, 12 Agustus 2026.
Kegiatan dipimpin Bunda Anti Narkoba Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala BNN Kabupaten Badung sebagai narasumber, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Badung beserta jajaran, pembina dan pelatih, serta seluruh anggota Paskibraka yang telah terpilih.
Prosesi potong rambut menjadi salah satu bagian dari tahapan persiapan sebelum para anggota menjalankan tugas kenegaraan pada 17 Agustus mendatang. Di balik prosesi tersebut terdapat pesan mengenai kedisiplinan, keseragaman, kesiapan diri, serta pembentukan karakter.
Nyonya Rasniathi Adi Arnawa mengatakan, perubahan penampilan melalui potong rambut diharapkan menjadi simbol kesiapan para anggota untuk menjalankan amanah sebagai pengibar bendera.
“Potong rambut ini adalah tanda bahwa kalian sedang membentuk karakter yang tangguh, bersih, dan berwibawa. Tampil rapi mencerminkan hati yang tertib, pikiran yang bersih, serta tekad yang kuat untuk menjadi teladan bagi generasi muda lain di Kabupaten Badung,” ujarnya.
Ia menilai posisi sebagai anggota Paskibraka membawa tanggung jawab lebih karena mereka menjadi bagian dari generasi muda yang mendapat kepercayaan untuk menjalankan tugas pada momentum penting bagi bangsa.
Karena itu, para anggota diminta menjaga perilaku dan menjauhi segala bentuk penyalahgunaan narkoba. Lingkungan pergaulan juga harus menjadi perhatian agar tidak mengganggu proses pendidikan, latihan, maupun masa depan mereka.
“Kalian adalah generasi pilihan, harapan keluarga dan kebanggaan daerah. Jangan pernah menyentuh narkoba dalam bentuk apa pun. Jadilah pemuda yang sehat, cerdas, berprestasi, dan bermanfaat. Isi waktu dengan kegiatan positif, latihan yang tekun, dan pelajaran yang sungguh-sungguh. Sosialisasi ini kami gencarkan agar kalian sadar sejak dini narkoba bukan solusi, melainkan penghancur mimpi dan masa depan,” tegasnya.
Penyuluhan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran generasi muda mengenai dampak penyalahgunaan narkoba. Para Paskibraka diharapkan mampu menjadi contoh sekaligus menyebarkan pesan positif tentang pentingnya menjalani kehidupan yang sehat dan produktif.
Rasniathi juga memberikan penghargaan kepada para anggota Paskibraka, pelatih, pembina, panitia, serta seluruh pihak yang terlibat dalam proses persiapan. Ia berharap seluruh rangkaian latihan dapat menghasilkan pasukan yang disiplin, percaya diri, bertanggung jawab, dan memiliki integritas.
“Semoga kalian menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, bangga, dan penuh semangat. Tunjukkan kepada semua pemuda Badung itu hebat, bersih, dan berprestasi. Selamat berlatih dengan giat,” tutupnya.
Dengan pembekalan tersebut, Paskibraka Badung diharapkan tidak hanya siap menjalankan tugas pengibaran bendera pada peringatan HUT ke-81 RI, tetapi juga mampu membawa nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan gaya hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.(nov/gb)


