GATRABALI.COM, DENPASAR – Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Provinsi Bali berlangsung di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Senin (17/8/2026).
Gubernur Bali Wayan Koster memimpin langsung upacara yang dihadiri jajaran Forkopimda, pejabat pemerintah, TNI/Polri, pelajar, organisasi kemasyarakatan serta masyarakat.
Prosesi pengibaran Sang Merah Putih menjadi bagian utama upacara. Paskibraka yang terdiri dari Pasukan 17, Pasukan 8 dan Pasukan 45 menjalankan tugasnya mengibarkan Bendera Merah Putih dengan tertib di hadapan peserta upacara.
Setelah rangkaian upacara, Koster menyampaikan bahwa peringatan kemerdekaan harus dimaknai sebagai dorongan untuk memperkuat semangat membangun Indonesia. Menurutnya, nilai perjuangan tidak hanya dikenang melalui upacara, tetapi perlu diwujudkan dalam kerja nyata.
Pembangunan Bali, kata Koster, masih membutuhkan perhatian terhadap sejumlah persoalan, termasuk kemiskinan dan pengangguran. Meskipun indikator kedua persoalan tersebut di Bali relatif rendah dibandingkan sejumlah daerah lainnya, pemerintah tetap berupaya menekan angkanya.
“Namun demikian tetap harus kita upayakan supaya angka pengangguran dan kemiskinan dapat mencapai angka serendah-rendahnya,” tegasnya.
Koster secara khusus mengingatkan generasi muda agar tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa. Menurutnya, kemerdekaan yang dinikmati masyarakat saat ini merupakan hasil perjuangan dan pengorbanan para pahlawan.
Ia meminta generasi penerus melanjutkan perjuangan tersebut dengan berkontribusi dalam pembangunan Bali.
“Harus selalu ingat jasa dan perjuangan para pahlawan kita. Jas Merah. Terus bangun Bali dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali” pesannya.
Peringatan kemerdekaan di Renon juga berlangsung dengan suasana yang menarik perhatian wisatawan. Sejumlah perwakilan negara sahabat hadir dalam kegiatan tersebut, sementara wisatawan mancanegara yang berada di sekitar lokasi ikut menyaksikan upacara dan atraksi yang ditampilkan.
Kehadiran wisatawan asing sekaligus memperlihatkan bahwa momentum peringatan kemerdekaan di Bali dapat menjadi bagian dari pengalaman budaya bagi para pelancong.
Sementara itu, Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta mengingatkan pentingnya menanamkan nilai kebangsaan kepada generasi muda. Ia berharap anak-anak muda Bali tidak hanya memahami sejarah perjuangan, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, disebut sebagai fondasi yang perlu terus dipahami oleh generasi penerus.
“Semoga ke depan ini bisa mewarisi api perjuangan dari para pendiri bangsa kita,” harapnya.
Giri Prasta juga menyoroti sejumlah pekerjaan rumah yang masih harus diselesaikan dalam pembangunan Bali. Persoalan kemiskinan, kesehatan, pendidikan, infrastruktur jalan dan pengelolaan sampah menjadi beberapa sektor yang dinilai perlu terus diperkuat.
Peringatan HUT ke-81 RI di Bali pun menjadi momentum untuk mempererat persatuan dan memperkuat komitmen bersama dalam mengisi kemerdekaan. Pemerintah Provinsi Bali mendorong semangat tersebut diwujudkan melalui pembangunan berkelanjutan yang tetap berpedoman pada visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali menuju Bali Era Baru.(ism/gatrabali)


