spot_img
BerandaBaliBadungBupati Badung Apresiasi Karya Yadnya di Balangan, 93 Krama Jalani Prosesi Metatah...

Bupati Badung Apresiasi Karya Yadnya di Balangan, 93 Krama Jalani Prosesi Metatah Massal

GATRABALI.COM, MANGUPURA – Semangat gotong royong krama Desa Adat Balangan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, terlihat dalam pelaksanaan Karya Atma Wedana Kinembulan yang dirangkaikan dengan Pitra Yadnya, Metatah (Potong Gigi) dan Mepetik Massal, Jumat (28/8/2026).

Rangkaian upacara yang digelar secara kolektif tersebut mendapat apresiasi dari Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa. Ia hadir langsung untuk menyaksikan pelaksanaan karya sekaligus menyampaikan dukungan pemerintah daerah terhadap masyarakat dalam menjalankan kewajiban adat dan keagamaan.

Dalam kesempatan tersebut, Adi Arnawa didampingi anggota DPRD Kabupaten Badung I Made Yudana, Camat Mengwi I Nyoman Suhartana, Perbekel Desa Kuwum, Bendesa Adat Balangan serta sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Bupati menilai pelaksanaan upacara secara massal menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan masih menjadi kekuatan masyarakat Desa Adat Balangan. Menurutnya, gotong royong tidak hanya memperkuat hubungan sosial antarkrama, tetapi juga dapat membantu meringankan beban masyarakat dalam menjalankan kewajiban adat.

Baca Juga  Bupati Badung Salurkan Bantuan Rp 2 Juta per KK Jelang Idul Fitri

“Pemkab Badung berkomitmen penuh untuk selalu hadir dan mengawal kegiatan adat serta keagamaan masyarakat. Langkah ini menjadi bagian penting dari upaya pemerintah daerah dalam meringankan beban finansial krama,” ujarnya.

Di tengah dukungan terhadap kegiatan adat, Adi Arnawa turut menyampaikan arah pembangunan Kabupaten Badung. Ia mengatakan pemerintah daerah kini memberikan perhatian besar terhadap penataan dan pembangunan infrastruktur, terutama untuk mengurai sejumlah titik kemacetan.

Menurutnya, kelancaran infrastruktur dan lalu lintas memiliki kaitan erat dengan kenyamanan masyarakat sekaligus keberlanjutan sektor pariwisata yang menjadi salah satu sumber utama pendapatan daerah.

Namun, prioritas pembangunan infrastruktur tersebut tidak berarti mengurangi perhatian pemerintah terhadap adat dan agama. Adi Arnawa memastikan dukungan terhadap pembangunan wantilan, peningkatan fasilitas desa hingga pelaksanaan upacara Yadnya tetap menjadi bagian dari perhatian pemerintah daerah.

Baca Juga  Hadiri HUT STT Silakarmaning Dharma, Bupati Badung Ajak Generasi Muda Jaga Budaya dan Bangun Desa

Ia juga mengapresiasi kerja bersama antara Perbekel, Bendesa Adat, panitia karya dan seluruh krama yang telah mempersiapkan rangkaian upacara hingga dapat berjalan lancar.

“Semangat kebersamaan seperti ini harus terus dirawat. Pemerintah dan masyarakat harus berjalan beriringan agar kewajiban adat terpenuhi, sementara program pembangunan daerah tetap melaju,” ucap Adi Arnawa.

Manggala Karya I Made Murna menjelaskan Karya Atma Wedana Kinembulan merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap lima tahun. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi krama untuk menjalankan bakti sekaligus melaksanakan rangkaian penyucian spiritual melalui Pitra Yadnya.

Pada pelaksanaan tahun ini, terdapat 62 diri yang mengikuti Nyakar/Memukur (Puspa). Selain itu, Nglangkir dan Ngelungah diikuti 9 diri, Warak Keruron sebanyak 12 diri, serta Metatah atau Potong Gigi mencapai 93 diri.

Baca Juga  Bupati Badung Berikan Dana Motivasi dan Dukungan untuk Pengembangan Seni Budaya di Banjar Srijati

Besarnya jumlah peserta membuat pelaksanaan karya dilakukan dengan mengedepankan kebersamaan. Krama terlibat dalam berbagai persiapan dan pelaksanaan kegiatan sehingga seluruh rangkaian dapat berlangsung secara kolektif.

I Made Murna juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Desa Kuwum yang turut membantu pembiayaan operasional karya. Dukungan tersebut bersumber dari alokasi anggaran desa dengan nilai lebih dari Rp300 juta.

Kolaborasi antara krama, pemerintah desa dan pemerintah kabupaten tersebut menjadi bagian dari upaya bersama menjaga keberlanjutan adat dan tradisi Bali.

Karya Atma Wedana Kinembulan di Desa Adat Balangan sekaligus memperlihatkan bahwa nilai gotong royong dan menyama braya masih menjadi bagian kuat dalam kehidupan masyarakat.(nov/gatrabali)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments