spot_img
BerandaBaliBadungBadung First CFD Resmi Digelar di Kerobokan, Bupati Adi Arnawa Dorong Ruang...

Badung First CFD Resmi Digelar di Kerobokan, Bupati Adi Arnawa Dorong Ruang Publik Sehat

GATRABALI.COM, MANGUPURA – Desa Adat Kerobokan menggelar uji coba perdana Badung First Car Free Day (CFD) di sepanjang Jalan Teuku Umar Barat, Kelurahan Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta Utara, Minggu, 30 Agustus 2026.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga jam, mulai pukul 06.00 hingga 09.00 WITA, menjadi ruang bagi masyarakat untuk berolahraga sekaligus menikmati kawasan tanpa kendaraan bermotor.

Pelaksanaan CFD turut diisi aksi penghijauan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung dengan menanam sebanyak 200 bibit pohon di sepanjang Jalan Teuku Umar Barat. Puskesmas I Kuta Utara juga menghadirkan pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat.

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Ketua TP. PKK Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, turut memantau pelaksanaan kegiatan tersebut. Bupati menilai keberadaan ruang publik seperti CFD dapat menjadi sarana bagi masyarakat untuk membangun kebiasaan hidup sehat.

Baca Juga  Bupati Badung Perkuat Gotong Royong di Karya Pengabenan Bersama di Desa Kubutambahan

Selain aktivitas olahraga dan layanan kesehatan, kegiatan ini juga memberikan ruang bagi pelaku UMKM lokal untuk membuka lapak dagangan di sekitar area komersial.

“Selaku pihak pemerintah, kami akan terus melaksanakan komitmen penataan infrastruktur di wilayah Kerobokan ini. Kita semua tahu bahwa di kawasan padat Kerobokan sangat susah untuk mencari ruang terbuka hijau yang representatif. Melalui momentum kegiatan pada pagi hari ini, saya melihat sebuah langkah positif yang nyata, dan kesannya masyarakat sangat menerima dengan antusias sekaligus berbahagia,” kata Adi Arnawa saat memberikan keterangan di tengah kerumunan warga.

Bupati menjelaskan, penutupan jalan sepanjang kurang dari 1 kilometer tersebut masih menjadi tahap awal uji coba. Pemkab Badung akan melakukan evaluasi sekaligus melanjutkan penataan Jalan Teuku Umar Barat hingga perempatan Petitenget.

Penataan tersebut diarahkan untuk mengurangi titik kemacetan di Kuta Utara dan menjadikan koridor jalan sebagai ruang yang produktif, aman, serta ramah bagi pejalan kaki.

Baca Juga  Rasakan Nuansa Desa Bali dalam Balutan Kemewahan di Desa Swan Villas Keramas

“Meskipun ini baru uji coba dengan jarak yang relatif pendek, kami bergerak cepat. Saya sudah menghubungi Kepala Dinas PUPR Badung untuk segera merancang penambahan pedestrian atau fasilitas trotoar yang lebih luas. Selain itu, Kasat Pol PP Badung juga telah diinstruksikan untuk melaksanakan penertiban terhadap bangunan-bangunan kumuh, serta Kadis DLHK untuk melakukan program beautifikasi atau memperindah estetika di sepanjang jalan strategis ini,” tutur Bupati Badung memaparkan rencana taktisnya.

Bendesa Adat Kerobokan, Anak Agung Ngurah Putra Suryaninggrat, mengatakan Badung First CFD merupakan hasil inisiatif para prajuru dan organisasi yowana Desa Adat Kerobokan.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi implementasi nilai Tri Hita Karana, terutama hubungan harmonis antara manusia dengan lingkungan alam atau Palemahan.

Baca Juga  Strategi Baru P4GN, Buleleng Siapkan Rencana Aksi Lawan Peredaran Narkoba

“Pada kesempatan yang baik ini, saya mewakili krama desa menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Badung yang secara masif telah menata dan memperindah kawasan jalan ini. Kita semua ingat dulu jalan ini masih sangat sempit dan belum memiliki fasilitas pedestrian atau trotoar yang lebar seperti sekarang. Astungkara, sekarang pemandangan wilayah kami sudah jauh lebih indah, jalanan rapi, dan fasilitas trotoarnya sudah sangat lebar untuk kenyamanan bersama,” jelasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Badung I Wayan Sandra, Kepala OPD terkait di lingkungan Pemkab Badung, Camat Kuta Utara I Nyoman Tirtayasa beserta unsur Tripika kecamatan, Lurah Kerobokan Kelod I Made Wistawan, Lurah Kerobokan Ni Putu Budhiyani, Lurah Kerobokan Kaja I Gusti Agung Ngurah Marhaena Yasana Putra, kepala lingkungan beserta prajuru se-Desa Adat Kerobokan, serta berbagai komunitas masyarakat.(nov/gatrabali)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments