GATRABALI.COM, MANGUPURA – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menegaskan pembangunan daerah harus berjalan seimbang, tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi dan pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat sumber daya manusia (SDM) serta menjaga adat dan budaya Bali.
Hal tersebut disampaikan Bupati Adi Arnawa saat menghadiri puncak HUT Ke-47 Sekaa Teruna Teruni (STT) Widya Dharma, Banjar Sayan Baleran, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Sayan, Desa Werdi Bhuwana, Mengwi, Sabtu, 12 September 2026.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Mengwi I Nyoman Suhartana, Perbekel Werdi Bhuwana I Ketut Sadia Wijaya, Bendesa Adat I Made Bangur, serta tokoh masyarakat setempat.
Di hadapan generasi muda, Bupati Adi Arnawa menekankan pendidikan sebagai investasi penting untuk mempersiapkan masyarakat Badung menjadi pelaku utama pembangunan, khususnya di tengah perkembangan pariwisata.
“Buat apa infrastruktur kita hebat, tetapi kita tidak menjadi tuan rumah di negeri kita sendiri. Untuk mewujudkannya, satu-satunya jalan adalah menyiapkan SDM unggul,” tegas Adi Arnawa.
Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kabupaten Badung memperkuat akses pendidikan melalui program sekolah gratis jenjang SD hingga SMA/SMK, termasuk sekolah swasta. Pemkab Badung juga menyediakan beasiswa S1 hingga wisuda bagi kelompok prioritas.
“Mulai tahun 2026 ini, kami memberikan bantuan beasiswa S1 gratis selama 4 tahun sampai wisuda bagi anak petani, warga kurang mampu, hingga anak ketiga dan keempat,” ujarnya.
Menurut Adi Arnawa, kebijakan tersebut tidak hanya berkaitan dengan pendidikan, tetapi juga memiliki nilai sosial dan kultural. Ia mengingatkan generasi muda agar menjadikan Sekaa Teruna sebagai tempat belajar berorganisasi, membangun kepemimpinan, sekaligus mempersiapkan diri sebagai penerus adat dan budaya Bali.
“Mumpung masih ada kesempatan, belajar! Jangan cepat-cepat berpikir hanya mencari uang. Berorganisasi di Sekaa Truna adalah tempat belajar mempersiapkan diri menjadi generasi penerus adat dan budaya Bali,” ucap Bupati.
Ia juga menegaskan pariwisata Badung memiliki keterkaitan erat dengan budaya Bali. Karena itu, keberadaan generasi muda menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan pariwisata di tengah berbagai tantangan daerah.
“Seperti diketahui, saya saat ini sedang fokus ke infrastruktur untuk memperkuat konektivitas sekaligus menjawab persoalan kemacetan yang berpotensi mempengaruhi daya saing pariwisata.Kita semua tahu bahwa Kabupaten Badung ini hidup dari sektor pariwisata, dan tantangan di depan mata adalah isu kemacetan tersebut,” jelasnya.
Selain pembangunan infrastruktur, Pemkab Badung juga terus memperkuat program sosial yang humanis, termasuk perhatian terhadap penyandang disabilitas, lansia, hingga penguatan desa adat.
“Pembangunan tidak hanya berbicara tentang jalan dan infrastruktur, tetapi bagaimana pemerintah hadir memberikan manfaat dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua STT Widya Dharma I Made Untung Wistika mengapresiasi dukungan pemerintah. Ia berharap organisasi kepemudaan tersebut dapat terus menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas, inovasi, dan pengabdian.(nov/gatrabali)


