GATRABALI.COM, TABANAN – Nuanu Real Estate dan UNIT. meluncurkan Black Sands Oasis, proyek pengembangan hunian yang mengusung konsep Desert Modernism di Nuanu Creative City, Bali, pada Kamis, 15 Oktober 2026.
Berlokasi sekitar 700 meter dari pantai, proyek ini menawarkan 111 unit hunian dengan harga mulai Rp 2,07 miliar serta sebuah Observatory Suite yang dirancang sebagai bagian dari instalasi seni Stella Solaris.
Black Sands Oasis mengadaptasi arsitektur yang terinspirasi dari Maroko melalui penggunaan palet warna bernuansa pasir, material alami, dan fasad bertekstur. Elemen penyaring cahaya berbahan terakota, sistem ventilasi, peneduh, serta bukaan yang ditempatkan secara cermat dirancang untuk mendukung kenyamanan di iklim tropis.
CEO Nuanu Creative City, Lev Kroll, mengatakan proyek tersebut menghadirkan karakter arsitektur yang khas sekaligus memperkuat keterkaitan antara seni dan hunian.
“Black Sands Oasis hadirkan gagasan tersebut dalam bentuk nyata. UNIT. memperkenalkan karakter arsitektur yang khas melalui Desert Modernism, sementara Stella Solaris memperkuat hubungan antara seni dan hunian: sebuah tempat tinggal di dalam karya seni,” ujar Lev.
Menurutnya, proyek tersebut juga memperkaya keberagaman konsep hunian di Nuanu Creative City, termasuk melalui perhatian terhadap kebutuhan wisatawan Muslim.

Dari sisi pilihan hunian, Black Sands Oasis terdiri atas 20 unit studio, delapan penthouse, dan 83 vila dengan satu hingga empat kamar tidur. Setiap vila dilengkapi taman pribadi, kolam renang pribadi, serta atap setinggi enam meter. Kawasan ini juga menyediakan jalur pejalan kaki, kolam renang bersama, halaman komunal, dan lapangan pétanque untuk mendukung aktivitas rekreasi serta interaksi antar penghuni.
Pendiri sekaligus CEO UNIT., Steven Fedos, mengatakan pengembangan Black Sands Oasis melibatkan pengelolaan konstruksi, produksi, hingga operasional properti oleh perusahaan untuk menjaga kualitas proyek dalam jangka panjang.
“Black Sands Oasis menyatukan seluruh keahlian UNIT. dalam satu proyek. Bagi kami, menyebutnya sebagai proyek unggulan berarti siap mempertanggungjawabkan apa yang kami bangun, mulai dari kualitas struktur bangunan hingga pengelolaan properti setelah serah terima,” kata Steven.
Black Sands Oasis ditawarkan dengan skema hak sewa selama 35 tahun dan opsi perpanjangan 20 tahun. Proyek ini juga dilengkapi garansi struktur bangunan selama 25 tahun. Sementara itu, pengelolaan akomodasinya direncanakan memperhatikan kebutuhan wisatawan Muslim melalui layanan yang selaras dengan prinsip-prinsip Islam dan terintegrasi dalam pengalaman menginap.
Direktur Nuanu Real Estate, Anastasia Sinberg, mengatakan pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya Nuanu menghadirkan beragam pilihan hunian yang dapat menyesuaikan kebutuhan dan gaya hidup masyarakat.
“Black Sands Oasis merupakan langkah penting dalam mewujudkan visi tersebut,” ujar Anastasia.
Lelang Tertutup Observatory Suite
Bersamaan dengan peluncuran Black Sands Oasis, UNIT. membuka lelang properti tertutup untuk Observatory Suite pada 15 Oktober 2026. Hunian seluas 66,24 meter persegi ini merupakan satu-satunya unit dengan konsep tersebut di dalam kompleks dan menempati empat lantai pada instalasi seni Stella Solaris setinggi 15 meter.
Observatory Suite mencakup galeri, ruang keluarga, dan kamar tidur, serta dilengkapi elemen jam matahari dan jendela yang menghadap ke selatan.
Peserta lelang juga dapat memilih satu unit hunian standar sebagai opsi cadangan. Peserta yang tidak berhasil memperoleh Observatory Suite akan menerima desain eksklusif untuk unit cadangan yang dipilihnya.
Hasil lelang dijadwalkan diumumkan pada 15 November 2026. Informasi lebih lanjut mengenai lelang dan partisipasi dapat diakses melalui auction.blacksandsoasis.com.
Melalui pengembangan ini, Nuanu Real Estate dan UNIT. menghadirkan konsep hunian yang memadukan arsitektur, seni, dan ruang komunal di Nuanu Creative City, Bali. (ry/gatrabali)


