GATRABALI.COM, JEMBRANA – Pemerintah Kabupaten Jembrana memastikan pelaksanaan program dan anggaran daerah sepanjang 2026 masih berjalan sesuai jalur.
Hingga Juli 2026, realisasi belanja daerah tercatat mencapai 49,59 persen.
Capaian tersebut menjadi salah satu indikator pelaksanaan APBD pada paruh pertama tahun berjalan. Memasuki semester II, pemerintah daerah menilai angka realisasi tersebut menjadi modal untuk terus mendorong pelaksanaan berbagai program pembangunan hingga akhir tahun.
Informasi mengenai realisasi belanja daerah tersebut juga menjadi bagian dari pembahasan DPRD Jembrana melalui pemandangan umum fraksi. Masukan legislatif mengenai perlunya evaluasi terhadap serapan anggaran perangkat daerah dipandang Pemkab Jembrana sebagai bentuk pengawasan untuk menjaga pelaksanaan program tetap optimal.
Pemkab Jembrana menegaskan, saran yang disampaikan Fraksi PDIP DPRD Jembrana tidak ditujukan sebagai teguran kepada perangkat daerah tertentu.
Evaluasi terhadap serapan anggaran merupakan bagian dari fungsi pengawasan yang lazim dilakukan dalam pembahasan pelaksanaan APBD.
Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan mengatakan capaian realisasi belanja hingga pertengahan tahun menjadi pijakan bagi pemerintah daerah untuk menyelesaikan berbagai agenda pembangunan sesuai target.
“Realisasi sebesar 49,59% hingga pertengahan tahun menjadi fondasi kuat bagi pelaksanaan program-program pembangunan daerah agar selesai tepat waktu,” ujar Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan dihubungi, Kamis, 27 Agustus 2026.
Menurutnya, pemerintah daerah akan tetap memperhatikan masukan DPRD sebagai bagian dari upaya meningkatkan kinerja perangkat daerah. Dorongan untuk mencapai target hingga Desember 2026 juga dinilai penting agar seluruh program dapat terlaksana secara optimal.
Bupati Kembang Hartawan menyampaikan apresiasi atas pengawasan dan masukan yang diberikan DPRD. Ia menekankan bahwa percepatan realisasi anggaran harus tetap beriringan dengan pencapaian target kinerja sehingga tidak sekadar mengejar tingginya angka serapan.
“Kami ucapkan terimakasih atas berbagai masukan dari kawan-kawan di DPRD. Tentu konteks utama dari saran DPRD adalah memberikan pengawasan dan motivasi agar seluruh perangkat daerah terus menggenjot percepatan realisasi program dan anggaran di sisa akhir tahun, namun tetap selaras dengan pencapaian target kinerja, jadi tidak asal-asalan” terangnya.
Memasuki paruh kedua tahun anggaran, Pemkab Jembrana akan mengarahkan perangkat daerah untuk terus mempercepat pelaksanaan program yang telah direncanakan. Pemerintah juga memastikan pelaksanaan kegiatan tetap berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Penyerapan anggaran yang lebih tinggi di semester II nantinya diharapkan tetap berlangsung secara akuntabel dan transparan.
Pemkab Jembrana menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan APBD tidak hanya diukur dari besarnya anggaran yang terealisasi, tetapi juga dari manfaat program yang dirasakan masyarakat.
Dengan realisasi belanja sebesar 49,59 persen hingga Juli, Pemkab Jembrana optimistis pelaksanaan APBD 2026 dapat terus bergerak positif sampai akhir tahun.
Seluruh perangkat daerah pun didorong menjaga konsistensi kinerja agar target pembangunan dan program pro rakyat dapat diselesaikan secara tepat waktu.(ri/gatrabali)


