spot_img
spot_img
BerandaBaliBupati Jembrana Ajukan Bantuan Pura ke Pemprov Bali, Fokus Tegal Cangkring dan...

Bupati Jembrana Ajukan Bantuan Pura ke Pemprov Bali, Fokus Tegal Cangkring dan Rambut Siwi

GATRABALI.COM, DENPASAR – Pemerintah Kabupaten Jembrana mengintensifkan upaya pelestarian pura melalui pengajuan dukungan anggaran ke Pemerintah Provinsi Bali.

Hal ini disampaikan Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, saat bertemu Gubernur Bali, Wayan Koster, dalam audiensi di Kantor Gubernur Bali, Kamis (16/4/2026).

Dalam pertemuan tersebut, dibahas kebutuhan penanganan fasilitas di Pura Puseh Desa Adat Tegal Cangkring serta rencana pembangunan sarana penunjang di Pura Dang Kahyangan Rambut Siwi.

Baca Juga  Peringati HAN ke-40, Pj Bupati Buleleng Ajak Masyarakat Peduli Hak Anak

Bupati Kembang mengungkapkan, kondisi fisik Pura Puseh Tegal Cangkring memerlukan perhatian, terutama karena posisi fondasi yang lebih rendah dari jalan utama serta usia bangunan yang sudah cukup tua. Sementara di Rambut Siwi, kebutuhan difokuskan pada pembangunan wantilan baru dan dapur untuk menunjang kegiatan keagamaan.

“Aspirasi ini datang langsung dari masyarakat pengempon pura yang menginginkan fasilitas lebih memadai,” ujarnya.

Baca Juga  Ida Mahendra Jaya Serahkan Santunan Kepada Anak Yatim Piatu di Denpasar

Ia menambahkan, bangunan wantilan yang ada saat ini telah digunakan lebih dari 20 tahun dan mengalami kerusakan. Rencana pembangunan juga akan menyesuaikan kondisi lahan yang memiliki kemiringan, sehingga diperlukan penguatan struktur tambahan.

Audiensi tersebut turut melibatkan bendesa adat, tokoh masyarakat, serta perwakilan krama sebagai bentuk dukungan kolektif dalam menjaga keberlanjutan pura.

Baca Juga  Dua Pria Diduga Pelaku Curanmor Ditangkap di Denpasar Timur

Menanggapi usulan itu, Gubernur Bali, Wayan Koster, menyatakan kesiapan pemerintah provinsi untuk memberikan bantuan, dengan mempertimbangkan skala prioritas dan kemampuan anggaran.

Dukungan tersebut diharapkan dapat mempercepat realisasi pembangunan dan perbaikan, sehingga kegiatan persembahyangan berjalan lebih nyaman sekaligus menjaga kelestarian nilai-nilai adat dan budaya Bali.(ism/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments