GATRABALI.COM, BULELENG – Pemerintah Kabupaten Buleleng bergerak cepat menindaklanjuti putusnya akses jalan akibat banjir di Kecamatan Busungbiu. Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, turun langsung meninjau kondisi jalan penghubung antarbanjar yang jebol di wilayah Batu Megaang, Jumat (16/1/2026).
Jalur yang menghubungkan Banjar Dinas Bale Dana, Desa Titab dengan Banjar Dinas Pucaksari, Desa Pucaksari tersebut mengalami kerusakan berat setelah diterjang banjir pada Kamis (15/1/2026) malam. Jalan sepanjang sekitar 60 meter itu ambles hingga kedalaman kurang lebih tiga meter, sehingga tidak dapat dilalui kendaraan roda empat dan hanya menyisakan lintasan sempit berisiko tinggi.
Kondisi tersebut menyebabkan aktivitas warga terganggu dan mengisolasi kawasan sekitar, termasuk menghambat mobilitas siswa sekolah yang selama ini mengandalkan akses jalan tersebut. Atas situasi itu, Bupati Sutjidra memastikan pemerintah daerah hadir untuk mempercepat pemulihan.
Di lokasi kejadian, Bupati Sutjidra menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor telah dilakukan agar perbaikan dapat segera dimulai.
“Kami dengan Dinas PUTR, kemudian ada dari anggota fraksi juga anggota dari DPRD turun langsung untuk bisa secepatnya menangani ini,” ujarnya.
Ia menyebut jalan tersebut merupakan akses terbatas yang memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat setempat, baik untuk aktivitas ekonomi maupun pendidikan. Oleh karena itu, penanganan darurat menjadi prioritas agar konektivitas warga kembali pulih.
Bupati Sutjidra juga mengapresiasi keterlibatan relawan dan penggunaan alat berat yang sejak pagi telah membuka jalur darurat. Untuk tahap lanjutan, pengerjaan akan kembali dilakukan mulai Sabtu.
“Mulai besok sudah dikerjakan lagi dengan Dinas PUTR agar segera aksesnya bisa dimanfaatkan masyarakat,” kata Sutjidra.
Namun demikian, ia menjelaskan bahwa pemanfaatan jalan hasil perbaikan awal masih terbatas. Akses kendaraan roda dua diupayakan bisa difungsikan lebih dulu, sementara kendaraan roda empat masih membutuhkan waktu penanganan lebih lama akibat tingkat kerusakan yang cukup parah.
Terkait mitigasi ke depan, Bupati Sutjidra menyampaikan bahwa penanganan tidak hanya difokuskan pada badan jalan, tetapi juga sumber persoalan aliran air.
“Nanti itu akan ditangani dari atas. Sehingga nanti juga di daerah ini akan diperlebar,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah telah melakukan komunikasi dengan pemilik lahan di sekitar lokasi sebagai bagian dari solusi alternatif pengendalian aliran air.
“Itu salah satu alternatifnya untuk mengantisipasi, memang airnya dari atas cukup besar,” kata Sutjidra.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Camat Busungbiu, Nyoman Agus Tri Kartika Yuda, mengungkapkan bahwa hujan deras yang mengguyur wilayah Busungbiu pada Kamis lalu memicu sedikitnya 14 kejadian bencana. Beberapa di antaranya berupa longsor di Desa Sepang Klod yang sempat menutup jalan kabupaten, pohon serta tiang listrik tumbang di Desa Subuk, hingga longsor yang berdampak pada rumah warga di Desa Pucaksari dan Titab.
Meski demikian, Kartika Yuda menegaskan bahwa kerusakan paling berat terjadi di jalur Batu Megaang.
“Ini menjadi satu-satunya akses bagi warga Batu Megaang. Ada juga sekolah dasar di sana, SD Negeri 4 Titab, yang jumlah siswanya sekitar 25 orang,” papar dia.
Ia menambahkan bahwa hingga saat ini kendaraan roda empat belum dapat melintas sama sekali, sementara sepeda motor pun harus ekstra waspada karena kondisi tebing jalan yang curam dan langsung mengarah ke sungai.
“Dinas PU sudah dijanjikan akan mulai bekerja besok untuk memasang bronjong dulu, membuat badan jalan yang baru,” pungkas Kartika Yuda.(adv/gb)





