GATRABALI.COM, BULELENG – Konsisten memupuk budaya keselamatan berkendara, Astra Motor Bali menggelar edukasi safety riding bersama jajaran personel Subdenpom IX/3-1 Singaraja pada Kamis, 3 September 2026.
Diikuti oleh 33 peserta dari seluruh wilayah Kabupaten Buleleng, pelatihan ini memfokuskan materi pada pemeriksaan kelengkapan riding gear, pengecekan kondisi fisik kendaraan sebelum digunakan, serta pemahaman prediksi bahaya (hazard prediction) di jalan raya. Pemahaman prediksi bahaya menjadi poin utama agar pengendara mampu mengantisipasi potensi risiko kecelakaan secara responsif dan tepat.
Instruktur Safety Riding Astra Motor Bali, Yosepth Klaudius, menekankan pentingnya kesadaran individu saat berkendara di jalan raya, mengingat faktor manusia menjadi salah satu pemicu utama kecelakaan.
“Faktor utama penyebab kecelakaan sering kali bersumber dari diri sendiri atau faktor manusia (human factor). Oleh karena itu, kunci utama keselamatan ada pada kemampuan kita dalam mengontrol diri dan emosi saat berada di jalan raya,” ujar Yosepth Klaudius.
“Keselamatan di jalan raya adalah milik dan tanggung jawab bersama. Kami berkomitmen untuk terus menggaungkan jargon #Cari_Aman ke seluruh lapisan masyarakat. Tidak hanya berfokus pada area perkotaan, tetapi area rural atau pedesaan pun terus kami sentuh demi mewujudkan pemerataan pemahaman keselamatan berkendara di seluruh wilayah Bali,” tambahnya.
Melalui sinergi bersama Subdenpom IX/3-1 Singaraja ini, Astra Motor Bali berharap para peserta tidak hanya menerapkan pemeriksaan kendaraan dan prediksi bahaya secara mandiri, tetapi juga menjadi panutan (role model) keselamatan berkendara bagi masyarakat luas.(ri/gatrabali)


