GATRABALI.COM, DENPASAR – Kebiasaan berkendara yang aman perlu dibangun sejak sebelum pengendara memulai perjalanan.
Kondisi diri, perlengkapan keselamatan hingga pengendalian emosi menjadi sejumlah aspek yang turut menentukan keamanan saat berada di jalan.
Hal tersebut menjadi materi utama dalam edukasi Safety Riding #Cari_Aman yang diselenggarakan Astra Motor Bali di FIFASTRA Denpasar 2, 11 Agustus 2026. Kegiatan ini diikuti 69 peserta dari lingkungan FIFASTRA.
Melalui edukasi tersebut, peserta diajak memahami bahwa kemampuan mengendarai sepeda motor harus diimbangi dengan kesiapan sebelum berkendara. Pengendara perlu memastikan kondisi dirinya siap, memiliki waktu yang cukup, serta tidak memulai perjalanan dalam keadaan terburu-buru.
Kelengkapan perlindungan diri juga menjadi perhatian. Peserta diingatkan untuk menggunakan helm, jaket, sarung tangan dan sepatu ketika berkendara. Perlengkapan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan perlindungan apabila terjadi risiko di perjalanan.
Tak kalah penting, pengendara juga perlu memiliki kemampuan mengelola emosi. Situasi di jalan yang beragam dapat memicu respons emosional, sehingga pengendara dituntut tetap tenang, fokus dan tidak mengambil keputusan karena terbawa emosi.
Astra Motor Bali turut mengingatkan peserta mengenai pentingnya manajemen waktu. Persiapan yang dilakukan lebih awal dapat mengurangi kecenderungan berkendara terburu-buru yang berpotensi mengganggu konsentrasi dan meningkatkan risiko di jalan.
Instruktur Safety Riding Astra Motor Bali Yosept Klaudius mengatakan, penerapan keselamatan berkendara harus dimulai dari diri sendiri sebelum disebarluaskan kepada lingkungan sekitar.
“Semangat #Cari_Aman tidak hanya kami sampaikan kepada masyarakat dan pelajar, tetapi juga kepada internal atau karyawan yang tergabung dalam perusahaan Astra Group. Harapannya, pengetahuan dan kesadaran mengenai keselamatan berkendara dapat dimulai dari diri sendiri. Ketika kita sudah menerapkannya dalam keseharian, tentunya akan lebih mudah untuk mengajak orang lain melakukan hal yang sama,” ujar Yosept.
Ia menambahkan, edukasi keselamatan berkendara perlu dilakukan secara berkelanjutan agar pesan mengenai perilaku aman di jalan tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi dapat menjadi kebiasaan.
Bagi Astra Motor Bali, kampanye #Cari_Aman menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran berkendara di berbagai lingkungan. Edukasi tidak hanya menyasar masyarakat dan pelajar, tetapi juga kalangan internal perusahaan yang setiap hari beraktivitas menggunakan kendaraan.
Melalui kegiatan di FIFASTRA Denpasar 2, peserta diharapkan dapat menerapkan prinsip keselamatan mulai dari persiapan sebelum berangkat, penggunaan perlengkapan yang sesuai, menjaga konsentrasi hingga mengendalikan emosi selama berkendara.
Astra Motor Bali berkomitmen melanjutkan edukasi Safety Riding kepada berbagai kalangan di Bali untuk mendorong terciptanya budaya berkendara yang lebih aman, tertib dan bertanggung jawab.(ri/gatrabali)


