GATRABALI.COM, BULELENG – Pemerintah Kabupaten Buleleng terus berupaya meningkatkan kunjungan wisatawan ke wilayahnya dengan melakukan kolaborasi dan kerjasama strategis.
Dalam langkah tersebut, Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng menjalin kemitraan dengan Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Bali.

Kolaborasi ini diwujudkan melalui pelaksanaan Fam Trip ke Buleleng yang melibatkan 30 Biro Perjalanan Wisata (BPW) yang khusus menangani wisatawan Eropa. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat-Sabtu, 26-27 Januari 2024.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara, menyambut rombongan ASITA Fam Trip dengan sambutan dan jamuan malam di Ranggon Sunset Point Bar & Resto.
Dalam kesempatan ini, Gede Dody memberikan pemaparan tentang potensi pariwisata yang dimiliki Kabupaten Buleleng serta kebijakan terbaru terkait tata kelola fiskal, termasuk perubahan tarif masuk ke Daerah Tujuan Wisata (DTW).
“Salah satu kebijakan yang kami terapkan adalah persyaratan bagi semua DTW untuk memiliki badan hukum dan izin usaha kepariwisataan. Hal ini memungkinkan DTW untuk melakukan kontrak harga dengan agen perjalanan,” jelas Gede Dody.
Mantan Camat Buleleng ini juga menekankan pentingnya peran ASITA sebagai induk organisasi Biro Perjalanan Wisata dalam mendatangkan wisatawan ke Bali.
Sharing knowledge antara ASITA dan Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng dianggap krusial untuk memobilisasi para wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri, sehingga potensi pariwisata Bali Utara dapat lebih jelas tersampaikan kepada wisatawan.
Fam Trip hari pertama ini melibatkan kunjungan ke Agro Wisata Durian Munduk Bestala. Rombongan mendapatkan penjelasan langsung mengenai produk durian unggulan setempat yang didukung oleh Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng.
Kegiatan Fam Trip akan dilanjutkan dengan wisata Dolphin Watching dan perjalanan ke Air Terjun Aling-Aling, Sambangan. Setelah itu, rombongan akan menuju Buleleng Bagian Timur untuk meninjau rumah proses di The Kirana Tembok. (adv/gb)