GATRABALI.COM, BADUNG – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan gelombang tinggi masih berpotensi terjadi di sejumlah perairan Bali hingga tiga hari ke depan.
Berdasarkan model gelombang BBMKG, tinggi gelombang 2,5 hingga 4 meter berpotensi terjadi di Selat Bali bagian selatan, Selat Lombok bagian utara, dan Selat Badung.
Sementara itu, gelombang dengan ketinggian 4 hingga 6 meter berpotensi terjadi di Selat Lombok bagian selatan dan perairan selatan Pulau Bali.
Prakirawan Cuaca BBMKG Wilayah III Denpasar, Putu Agus Dedy Permana, mengatakan kondisi tersebut dipengaruhi oleh monsun Australia yang membawa angin timuran. Angin tersebut bertiup di wilayah perairan selatan Bali dan meningkatkan kecepatan angin serta ketinggian gelombang.
“Gelombang rambatan tersebut merupakan gelombang yang terbentuk akibat sistem angin kuat di wilayah yang jauh di Samudra Hindia, kemudian merambat hingga ke perairan selatan Bali,” ujar Putu Agus Dedy Permana, Selasa, 11 Agustus 2026 di Kabupaten Badung.
Selain angin lokal, peningkatan tinggi gelombang juga dipengaruhi gelombang rambatan atau swell dari Samudra Hindia.
Menurutnya, peningkatan tinggi gelombang pada musim kemarau merupakan fenomena yang normal terjadi setiap tahun.
“Kondisi peningkatan ketinggian gelombang di musim kemarau ini merupakan fenomena normal yang terjadi setiap tahunnya,” katanya.
Putu Agus mengatakan kondisi gelombang tinggi diperkirakan masih berlangsung selama beberapa hari ke depan. BBMKG akan terus memantau perkembangan kondisi laut dan memperbarui informasi setiap hari.
“Kondisi seperti ini diperkirakan masih akan terjadi hingga tiga hari ke depan dan perkembangannya akan kami update setiap hari,” ujarnya.
Peningkatan tinggi gelombang juga berpotensi terjadi di sejumlah wilayah pesisir selatan Bali. Namun, dampaknya dapat berbeda di setiap lokasi karena dipengaruhi kondisi perairan setempat.
“Peningkatan ketinggian gelombang kemungkinan masih akan terjadi di pesisir selatan Bali lainnya, tetapi pengaruhnya berbeda-beda tergantung kondisi perairan di sekitarnya,” jelasnya.
BBMKG mengimbau nelayan dan operator kapal kecil menunda aktivitas melaut apabila kondisi gelombang dinilai membahayakan keselamatan.
Pelaku wisata juga diminta menghindari aktivitas berenang, surfing, dan kegiatan wisata bahari, terutama di pantai selatan Bali yang terdampak gelombang tinggi.
Masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir diminta mewaspadai kemungkinan gelombang mencapai bibir pantai. Masyarakat juga diimbau mengikuti perkembangan informasi dan peringatan resmi yang dikeluarkan BMKG. (gun/gb)


