GATRABALI.COM, MANGGARAI BARAT — Kepedulian Bali terhadap masyarakat Flores yang terdampak gempa kembali diwujudkan melalui bantuan langsung.
Gubernur Bali Wayan Koster menyerahkan bantuan senilai Rp1 miliar kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mendukung penanganan masyarakat terdampak bencana.
Bantuan diserahkan secara simbolis kepada Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena di Posko Pusdalops BPBD Kabupaten Manggarai Barat, Kamis, 20 Agustus 2026.
Prosesi tersebut turut disaksikan Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto, serta Bupati Manggarai Barat.
Kunjungan Gubernur Koster ke Labuan Bajo menjadi bagian dari gerak bersama Bali, NTB, dan Kodam IX/Udayana dalam membantu masyarakat Flores setelah gempa. Sinergi tersebut dilakukan melalui pengiriman bantuan medis dan logistik serta pemetaan kebutuhan di daerah yang terdampak.
Pertemuan para kepala daerah dan unsur TNI tersebut juga memperkuat koordinasi penanganan bencana. Dengan latar belakang hubungan historis kawasan Sunda Kecil, Bali dan NTB bersama NTT berupaya mempercepat langkah pemulihan masyarakat yang terdampak, termasuk dalam aspek psikologis, akses maupun infrastruktur.
Gubernur Koster berharap bantuan yang diberikan dapat segera dimanfaatkan oleh warga yang membutuhkan, khususnya masyarakat yang merasakan dampak langsung gempa.
Langkah tersebut melanjutkan respons cepat Pemprov Bali sejak gempa Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores pada 15 Agustus 2026. Gempa tersebut dilaporkan berpusat sekitar 30 kilometer timur laut Manggarai Barat.
Tidak lama setelah bencana terjadi, Gubernur Wayan Koster menginstruksikan Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali Gde Agung Teja untuk segera berkoordinasi dan membantu penanganan di wilayah terdampak.
Tim BPBD Bali kemudian bergerak membawa bantuan logistik serta mendukung kebutuhan masyarakat di lokasi bencana. Pada 18 Agustus 2026, Kepala BPBD Bali Agung Teja bersama jajarannya menuju lokasi dan menyerahkan bantuan kepada BPBD Kabupaten Ende.
Bantuan logistik senilai Rp150 juta tersebut terdiri dari berbagai kebutuhan dasar. Di antaranya 600 detergen, 3.600 sabun batang, 12.600 saset sampo, 3.655 pasta gigi, 4.800 pembalut, 6.000 mi instan, dan 1.872 sikat gigi.
Tim juga membawa 154 tikar, 100 dus air mineral, 100 terpal, serta masing-masing 2.000 kilogram beras Bulog dan beras Sakuran.
Gerak cepat Pemprov Bali menjadi bagian dari solidaritas antardaerah dalam menghadapi bencana. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat sekaligus memperkuat proses pemulihan pascagempa.
Solidaritas Bali untuk Flores pun terus bergerak melalui kolaborasi pemerintah daerah dan berbagai unsur terkait, dengan semangat membantu masyarakat NTT melewati masa sulit akibat bencana.(ism/gatrabali)


