spot_img
spot_img
BerandaBaliHari Pancasila Jadi Momentum Edukasi Lingkungan, Penarukan Gelar Bersih Sungai Bersama Warga

Hari Pancasila Jadi Momentum Edukasi Lingkungan, Penarukan Gelar Bersih Sungai Bersama Warga

GATRABALI.COM, BULELENG – Momentum Hari Lahir Pancasila dan rangkaian Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026 dimanfaatkan Kelurahan Penarukan bersama Sungai Watch Station Buleleng untuk menggelar aksi bersih sungai di Daerah Aliran Sungai (DAS) Penarukan, Jalan Setiabudi, Lingkungan Satria, Senin, 1 Juni 2026.

Kegiatan gotong royong tersebut berhasil mengumpulkan 187,1 kilogram sampah anorganik dari aliran sungai dan area sekitarnya. Aksi ini menjadi bagian dari upaya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah.

Lurah Penarukan, Desak Made Susanti, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah kelurahan, Sungai Watch, Krama Subak Yeh Taluh, serta masyarakat setempat dalam menjaga kelestarian lingkungan sungai.

Baca Juga  DWP Badung Gelar Bakti Sosial dalam Rangka HUT ke-25 di Pura Taman Mumbul

Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi warga agar tidak membuang sampah sembarangan ke aliran sungai.

“Semoga dengan kegiatan gotong-royong ini, warga di seputaran Penarukan semakin sadar untuk tidak buang sampah sembarangan,” ujarnya.

Lebih lanjut, pihak kelurahan akan terus menguatkan keterlibatan desa adat, banjar, serta krama subak dalam menjaga kebersihan lingkungan. Upaya lain yang direncanakan adalah pemasangan spanduk imbauan serta CCTV di titik-titik yang rawan pembuangan sampah.

Baca Juga  Dari Botol Jadi Tabungan, Denpasar Tampilkan Pasar Ramah Lingkungan di Hadapan Mendag

Sementara itu, Station Manager Sungai Watch Buleleng, I Gede Duta Dharma, menjelaskan bahwa pihaknya menjalankan dua strategi utama dalam menjaga kebersihan sungai, yaitu pemasangan jaring sampah dan kegiatan pembersihan langsung di lapangan.

Di wilayah Penarukan, telah dipasang dua jaring sampah yang mampu menahan sekitar 20 kilogram sampah setiap harinya. Sistem ini membantu menjaga aliran air subak tetap bersih dan tidak tercampur limbah.

“Kami siap mendukung jika diperlukan penambahan jaring sampah di titik lain,” ujarnya.

Baca Juga  Pengamanan Gilimanuk Diperketat

Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam mengelola sampah dengan memisahkan sampah organik dan anorganik. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos, sedangkan sampah anorganik disalurkan melalui layanan pengangkutan resmi desa atau kelurahan.

Selain itu, ia menekankan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi pengelolaan sampah yang telah ditetapkan pemerintah daerah demi menjaga kelestarian lingkungan.

Kegiatan ini turut melibatkan Sekretaris Kelurahan Ida Bagus Indratara, jajaran staf kelurahan, Bhabinkamtibmas, Krama Subak, serta masyarakat sekitar yang berpartisipasi dalam aksi bersih sungai tersebut.(adv/gb)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments