GATRABALI.COM, JEMBRANA – Pemerintah Kabupaten Jembrana memastikan komitmennya menjaga keberlanjutan program beasiswa bagi mahasiswa, meski pada tahun 2026 jumlah penerima harus dikurangi akibat berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat.
Pemkab pun berupaya menambah alokasi anggaran pada penyaluran tahap kedua agar lebih banyak mahasiswa dapat menerima bantuan.
Hal tersebut disampaikan Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan saat menghadiri penyerahan penghargaan bagi mahasiswa berprestasi, pemuda berprestasi yang menempuh pendidikan tinggi di Kabupaten Jembrana dan Universitas Terbuka (UT), serta bantuan biaya pendidikan bagi mahasiswa kurang mampu di Mendopo Kesari, Jumat (7/8/2026).
Bupati Kembang mengakui penurunan dana transfer pusat berdampak langsung terhadap kemampuan fiskal daerah, termasuk anggaran beasiswa prestasi. Karena itu, pemerintah daerah terpaksa mengurangi kuota penerima pada tahun ini.
“Saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh mahasiswa asal Jembrana. Situasi ini terjadi karena adanya penurunan dana transfer dari pusat yang berdampak langsung pada kemampuan anggaran daerah, termasuk kuota penerimaan untuk beasiswa prestasi,” ujar Bupati Kembang.
Ia menjelaskan, pada 2025 Pemkab Jembrana mengalokasikan anggaran beasiswa sebesar Rp7,2 miliar yang menjangkau 1.814 mahasiswa pada semester ganjil dan 1.599 mahasiswa pada semester genap.
Nilai bantuan juga ditingkatkan menjadi Rp4,5 juta bagi mahasiswa yang kuliah di luar Jembrana, disertai program baru berupa beasiswa Rp1,5 juta bagi mahasiswa yang kuliah di dalam daerah serta bantuan pendidikan Rp4,5 juta bagi mahasiswa kurang mampu.
Namun, pada 2026 anggaran beasiswa turun menjadi Rp3,43 miliar setelah adanya efisiensi anggaran, termasuk ditiadakannya Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan.
“Mengacu dari trend turunnya dana transfer pusat kedaerah, bahkan DAK (Dana Alokasi Khusus) Pendidikan juga di nol-kan sehingga mengharuskan efesiensi anggaran disegala lini. Untuk itu, pada tahun 2026, kita menganggarkan beasiswa menjadi Rp. 3,43 Miliar, juga akan berdampak pada penurunan kuota penerimaan,” ungkap Bupati Kembang.
Meski demikian, ia meminta mahasiswa tetap fokus menyelesaikan pendidikan karena pemerintah daerah sedang berupaya menambah anggaran pada semester genap.
“Adik-adik tidak usah khwatir, tetap belajar dengan baik, kita terus berupaya semaksimalnya, untuk menambah anggaran di ditahap kedua pemberian beasiswa, sehingga yang tidak memperoleh, akan mendapatkan ditahap kedua,” ucap Kembang.
Selain itu, Pemkab Jembrana juga menargetkan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) agar anggaran beasiswa dapat kembali diperbesar pada tahun mendatang.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Jembrana, I Gusti Putu Anom Saputra, menjelaskan minat mahasiswa terhadap program beasiswa tetap tinggi. Dari 988 pendaftar beasiswa prestasi melalui aplikasi SiBaja, sebanyak 907 orang dinyatakan memenuhi syarat, namun kuota yang tersedia hanya 327 penerima sehingga dilakukan pemeringkatan sesuai ketentuan Peraturan Bupati Jembrana Nomor 15 Tahun 2025.
Selain beasiswa prestasi, tercatat 41 mahasiswa Universitas Terbuka memenuhi syarat dari 42 pendaftar dengan kuota 35 orang. Untuk mahasiswa yang kuliah di Jembrana, sebanyak 86 orang memenuhi syarat dari 104 pendaftar, sementara kuota hanya tersedia bagi 35 penerima. Adapun bantuan pendidikan bagi mahasiswa kurang mampu diikuti 10 pendaftar, dengan tujuh orang memenuhi persyaratan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Jembrana Ni Made Sri Sutharmi, jajaran Asisten Sekda, serta pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jembrana.(ri/gb)





